Social Icons

Pages

Jumat, 01 Januari 2016

Warna-Warni Lampu Lampion Kota Tepian



Warna-Warni Lampu Lampion Kota Tepian

Kota Samarinda atau yang biasanya dijuluki dengan sebutan kota Tepian ini merupakan ibukota Provinsi Kalimantan Timur. Sebagai kota yang menjadi pintu gerbang segala aspek, mulai dari aspek pemerintahan hingga aspek bisnis, Samarinda selalu kedatangan tamu-tamu baru dari luar kota Samarinda. Tak hanya itu, letak geografis Kalimantan Timur yang dekat dengan negara-negara tetangga membuat  Samarinda sebagai kota jantung Kalimantan Timur tak sepi akan kedatangan para warga asing dari negara tersebut. Tak jarang tamu-tamu tersebut menetap dan tinggal di Samarinda.
Dalam buku Statistik Daerah Kota Samarinda 2015, dibandingkan wilayah perkotaan lainnya, Kota Samarinda memiliki jumlah penduduk tertinggi, bahkan merupakan tertinggi dibandingkan wilayah kabupaten atau kota lainnya di Kalimantan Timur. Pada tahun 2014 jumlah penduduk kota Samarinda sebanyak 830.676 jiwa. Angka ini lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2012 jumlah penduduk kota Samarinda adalah sebanyak 781.184 jiwa dan pada tahun 2013 sebanyak 805.683 jiwa, atau dengan kata lain, dalam kurun waktu 3 tahun terakhir pertumbuhan penduduk samarinda rata-rata adalah 3,12 persen per tahun.

Hal ini dapat disimpulkan bahwa Samarinda merupakan kota dengan jumlah penduduk yang tinggi dengan rutinitas penduduknya yang tinggi pula. Seperti yang pernah dilansir pada salah satu koran terbesar di Kalimantan Timur bahwa rutinitas tinggi penduduk kota Samarinda ditambah tuntutan dan permasalahan yang terjadi dalam kegiatan sehari-hari, salah satu contohnya adalah kemacetan lalu lintas dapat menyebabkan stres, tekanan, serta kejenuhan.
Terlansir pula pendapat Ayunda Ramadhani, dosen Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Mulawarman. Beliau menyarankan agar penduduk Samarinda menyempatkan diri untuk liburan bersama keluarga. Dengan liburan, tak hanya dapat mengurangi stres, tekanan, dan kejenuhan namun juga menumbuhkan keharmonisan serta kehangatan diantara anggota keluarga.
Kota yang memiliki segudang rutinitas ini menawarkan beberapa jenis wisata untuk menjadi pilihan untuk mengisi liburan. Menurut Antonius Naibaho (2006), jenis-jenis wisata terbagi berdasarkan tujuan wisatawan, diantaranya:
1. Wisata Alam
Wisata alam adalah wisata perjalanan yang memanfaatkan potensi sumber daya alam dan lingkungannya sebagai objek tujuan wisata.
2. Wisata Bahari
Wisata bahari adalah wisata dengan tujuan dapat menikmati keindahan bawah laut. Biasanya wisatawan dapat melakukan diving maupun snorkeling.
3. Wisata Sejarah
Wisata sejarah adalah wisata yang berkunjung ke tempat-tempat peninggalan sejarah. Tujuan wisatawan untuk melakukan wisata ini adalah untuk memperdalami ilmu arkeologi atau sedang mempelajari seluk-beluk sejarah peradaban manusia di masa lalu. Baiasanya wisatawan mengunjungi Museum, Prasasti, Candi dan tempat bersejarah lainnya.
4. Wisata Religi
Wisata religi adalah wisata dengan mengunjungi tempat-tempat khusus bagi umat beragama, biasanya seperti tempat ibadah dan makam. Untuk Indonesia sendiri, banyak tempat-tempat yang dianggap penting dan memiliki kesan tersendiri bagi umat beragama khususnya bagi umat Islam.
5. Wisata Budaya
Wisata budaya adalah wisata dengan tujuan mengenali adat dan budaya daerah setempat.
6. Wisata Cagar Alam atau Taman Konservasi
Wisata cagar alam atau konservasi adalah penjelajahan daerah cagar alam, taman lindung, hutan daerah pegunungan dan sebagainya yang kelestariannya dilindungi oleh undang–undang. Wisata cagar alam ini banyak dilakukan oleh para penggemar dan pecinta alam dalam kaitannya dengan menambah wawasan dan menambah pengetahuan tentang binatang atau marga satwa serta pepohonan kembang beraneka warna yang memang mendapat perlindungan dari pemerintah dan masyarakat.
7. Wisata Pendidikan
Wisata pendidikan merupakan program pariwisata yang dipadukan dengan program pendidikan di dalamnya. Biasanya jenis wisata ini diselenggarakan oleh sekolah-sekolah guna mendukung pelajaran di sekolah. Tempat wisata yang dituju pun adalah tempat-tempat yang tentunya berhubungan dengan pelajaran sekolah dan biasanya siswa yang setelah mengikuti wisata ini ditugaskan membuat laporan dari hasil yang dipelajarinya selama berwisata.
8. Wisata Komersial
Wisata komersial yaitu wisata yang dibangun oleh suatu lembaga pemerintahan atau swasta untuk meraih keuntungan. Biasanya wisata ini dibangun di alun-alun kota yang bersangkutan atau daerah yang strategis agar menarik perhatian wisatawan.
9. Wisata Heritage atau Heritage Tour
Wisata heritage atau heritage tour adalah wisata yang identik dengan keberadaan bangunan atau objek tertentu yang usianya sudah tua. Biasanya wisatawan yang melakukan wisata ini adalah seorang fotografer dengan tujuan mendapatkan hasil gambar yang mereka inginkan.
10. Wisata Kuliner
Wisata kuliner adalah wisata yang mengkhususkan diri untuk mencoba berbagai jenis kuliner tertentu. Biasanya food traveller sebutan untuk wisatawan kuliner ingin menambah wawasan serta mengetahui tentang kuliner tersebut.
11. Wisata Belanja
Wisata belanja adalah wisata dengan membeli cinderamata dan makanan khas daerah yang dikunjungi sebagai buah tangan wisatawan saat kembali ke daerahnya.
Berdasarkan jenis-jenis wisata yang telah disebutkan, Samarinda memiliki wisata alam diantaranya, Air Terjun Tanah Merah dan Telaga Permai Batu Besaung. Wisata cagar alam, diantaranya Kebun Raya Unmul Samarinda dan Penangkaran Buaya Makroman. Wisata sejarah seperti Masjid Shiratal Mustaqiem. Wisata budaya, diantaranya Desa Budaya Pampang dan Kampung Tenun Ikat Sarung Samarinda. Wisata religi seperti Makam La Mohang Daeng Mangkona sang pendiri kota Samarinda. Wisata belanja, salah satunya adalah Citra Niaga yang pernah meraih perhargaan International Aga Khan Award for Architecture (AKAA) pada tahun 1989 dan beberapa sejarah lainnya yang menyelimuti Citra Niaga. Wisata komersial diantaranya Taman Tepian Mahakam yang terletak bersebrangan dengan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Teluk Lerong Garden serta Mahakam Lampion Garden.
Penduduk kota Samarinda dapat beristirahat sejenak di beberapa wisata komersial tersebut untuk menghilangkan stress, tekanan, maupun kejenuhan setelah rutinitas sehari-hari. Lokasi mudah untuk dikunjungi karena wisata-wisata komersial tersebut terletak di alun-alun kota Tepian Samarinda. Di sore hari, mata para pengunjung akan terpesona dengan pemandangan matahari terbenam di pinggiran sungai Mahakam. Memandangi hiruk pikuk perahu-perahu kecil maupun besar yang berlayar di sungai Mahakam. Kicauan burung-burung yang terbang di langit yang telah berganti warna menjadi oranye. Di malam hari, mata para pengunjung akan dimanjakan dengan gemerlap warna-warni cahaya dari lampu lampion. Arsitektur yang diterangi lampu lampion tersebut sangat cocok untuk berfoto-foto. Lebih berkesan lagi bila berkunjung bersama teman atau keluarga. Wisata komersial tersebut cukup membuat penduduk Samarinda terhibur. Melepaskan semua stres, kejenuhan dan tekanan pada diri serta mengikat kembali semangat untuk melalui hari-hari selanjutnya.
Wisata komersial tersebut merupakan salah satu hal yang berharga yang dimiliki Samarinda dan dapat digunakan sebagai salah satu pemasukan Samarinda. Namun, wisata komersial tersebut memerlukan pembedahan untuk dapat lebih baik dari sebelumnya agar menjadi harta berharga yang tidak pernah ditinggalkan oleh pengunjungnya dengan seiringnya waktu. Mengingat jumlah penduduk kota Samarinda yang selalu mengalami peningkatan dalam 3 tahun terakhir ini, sebaiknya Pemerintah Daerah dan pihak yang terkait manfaatkan hal tersebut sehingga dapat meningkat pemasukan. Bisa saja di tahun selanjutnya, jumlah penduduk Samarinda meningkat lebih tinggi karena Samarinda adalah kota sentral Provinsi Kalimantan Timur.
Setelah saya berkunjung ke wisata komersial tersebut, menurut saya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengelola wisata komersial tersebut. Pertama kali yang saya tinjau adalahh lahan parkir kendaraan para pengunjung. Menurut saya, lahan parkir yang ada saat ini belum mampu menempatkan semua kendaraan para pengunjung, sehingga dengan nasib malang salah satu pilihan lain adalah pinggir jalan raya menjadi lahan parkir sementara. Walau hanya sementara, penumpukan kendaraaan para pengunjung yang bernasib malang di pinggir jalan raya tersebut mengakibatkan lalu lintas jalan raya di kawasan tersebut terganggu dan menyulitkan para pejalan kaki untuk menyebrang. Ini sering terjadi pada salah satu wisata komersial yang terletak bersebrangan dengan Kantor Gubernur Kalimantan Timur. Saya menyarankan agar Pemerintah Daerah dan pihak yang terkait untuk memperluas lahan parkir untuk menempatkan kendaraan para pengunjung.
Tinjauan saya yang kedua yaitu tidak ada pembatas antara pinggir jalan raya dengan wisata komersial. Jika diperhatikan baik-baik, Teluk Lerong Garden dan Taman Tepian Mahakam yang terletak bersebrangan dengan Kantor Gubernur Kalimantan Timur tidak memiliki pagar pembatas. Hal ini sangat berbahaya apalagi jika pengunjung membawa anak usia balita yang sangat lincah dan aktif. Dikhawatirkan jika anak tersebut berjalan atau berlari ke jalan raya. Saran saya untuk hal ini yaitu perlu dibangun pagar sebagai pembatas antara pinggir jalan raya dengan wisata komersial.
Kemudian, yang menjadi perhatian ketiga adalah tidak tersediannya fasilitas toilet pada wisata komersial tersebut. Sehingga saya menyarankan agar segera menyediakan toilet, yang bersifat sementara salah satu contohnya adalah toilet yang dapat digerak dengan mobil sehingga dapat berpindah-pindah tempat atau bersifat tetap dengan membangun toilet di beberapa titik wisata komersial tersebut.
Dan, yang menjadi perhatian saya selanjutnya adalah makanan dan minuman yang dijual oleh para pedangan di sekitar wisata komersial tersebut. Saya menyarankan agar pemerintah dan pihak yang terkait melakukan uji kelayakan pada makanan dan minuman yang dijual oleh para pedagang untuk para pengunjung. Setelah itu, memberikan sebuah piagam sebagai bukti untuk pedagang yang telah melakukan uji kelayakan agar para pengunjung tidak ragu dan khawatir untuk menikmati makanan dan minuman pedagang tersebut sambil memandangi cahaya warna-warni lampu lampion yang menyinari hiburan malam bersama teman ataupun keluarga para pengunjung.
Dari penjelajahan saya ke wisata komersial tersebut, mata saya mendapatkan seorang pengunjung membuang sampah langsung ke sungai Mahakam dengan melemparkan sampah tersebut ke sungai. Tak hanya para pengunjung, namun juga para pedagang. Hal ini akan menjadi sebuah kebiasaan buruk dan berujung pada pencemaran sungai. Saran saya untuk Pemerintah Daerah dan pihak terkait membuat peraturan untuk para pengunjung maupun para pedagang yang berjualan di wisata komersial tersebut tentang menjaga kebersihan di sekitar kawasan wisata komersial tersebut. Salah satu ide saya adalah bagi para pedagang yang berjualan minuman dengan kemasan gelas plastik yang digunakan hanya sekali harus beralih ke gelas plastik yang dapat digunakan kembali setelah dicuci. Dalam membuat peraturan harus diperhitungkan dan dipikirkan dengan matang agar tidak merugikan pihak manapun.
Tinjauan saya selanjutnya adalah penataan posisi para pedagang wisata komersial. Terkadang jalan para pengunjung menjadi sempit karena posisi-posisi para pedagang tidak teratur. Terkadang pula para pedagang berjualan dekat dengan lampu lampion sehingga menghalangi sinar cahaya warna-warni lampu lampion dan para pengunjung terhalang untuk mendekati arsitektur lampu-lampu lampion tersebut.
Tinjauan terakhir saya dalam mengunjungi wisata-wisata komersial kota Tepian adalah tidak ada kotak saran untuk menyalurkan saran-saran para pengunjung maupun para pedagang. Sebenarnya saya juga ingin menyalurkan saran-saran ini, namun saya tidak tahu harus kemanakan saran-saran ini. Seandainya terdapat kotak saran di beberapa titik wisata komersial kota Tepian, mungkin tulisan saya ini tidak hanya menjadi tulisan belaka yang mengendap di laptop saya, namun menjadi bahan masukan yang bermanfaat untuk pemerintah dan pihak terkait .
Semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca. Dan, saya harap solusi yang telah saya yang muat dalam saran saya dapat dikembang dan menjadi inspirasi bagi para pembaca yang mau membangun kota Samarinda agar kedepannya memiliki wisata-wisata yang dapat diandalakan serta dapat memberikan senyum kegembiraan bagi setiap penduduk yang mengunjungi wisata-wisata tersebut. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam tulisan saya ini. Manusia tidak diciptakan oleh-Nya sebagai seseorang yang sempurna, namun seseorang yang baik adalah seseorang yang memberikan manfaat untuk orang lain. Terima kasih telah membaca tulisan ini.

Karya     :   Iis Tarsiyah.
Kelas     :   XII MIPA 1.
Sumber  :      1. Katalog BPS (Badan Pusat Statistik) Statistik Daerah Kota Samarinda Tahun 2015.

2.  Koran Kalitim Post Edisi 29 Desember 2012 Halaman 7.
3.  Wisata Indonesia. Jurnal Ilmu Pariwisata, 30-34.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

 
Blogger Templates