Karya: Iis Tarsiyah.
Teman, apakah kalian tidak heran harga bahan pokok makanan dan
minuman di bulan ramadhan melambung tinggi hinggga banyak dari masyarakat tidak
sangggup untuk membelinya? Harga bahan pokok makanan dan minuman di bulan suci
seperti balon yang terlanjur terbang tinggi hingga sang pemiliknya pun tidak
sanggup untuk menangkap kembali balon tersebut.
Teman, setiap bulan ramadhan sebagian besar penduduk Indonesia
khususnya para umat muslim melaksanakan ibadah puasa selama sebulan. Sederhananya,
berpuasa berarti menahan segala hawa nafsu yang termasuk di dalamnya nafsu
makanan dan minuman. Artinya secara logika, permintaan bahan pokok makanan dan
minuman menurun di bulan ramadhan dan hal itu tidak akan ada kenaikan harga
pada bahan pokok makanan dan minuman di bulan ramadhan. Namun, mengapa ini
malah sebaliknya?
Teman, perlu diketahui bahwa ada beberapa faktor yang membuat
harga bahan pokok makanan dan minuman naik:
1. Produksi barang
Di bulan ramadhan, seringkali bahan pokok makanan dan minuman
yang ada dipasaran mengalami kelangkaan. Hal ini membuat harga bahan pokok makanan
dan minuman yang mengalami kelangkaan akan melambung tinggi tahap demi tahap
jika kelangkaan terus melanda. Biasanya, peristiwa seperti ini
disebabkan oleh faktor alami dan ada pula terjadi karena faktor buatan. Faktor
alami lebih disebabkan oleh besarnya permintaan di masyarakat terhadap bahan
makanan dan minuman tertentu yang tidak diimbangi dengan keberadaan bahan-bahan
tersebut di pasar oleh sebab dan kondisi yang sebenarnya terjadi. Seperti hukum ekonomi yang berbunyi “Jika
permintaan meningkat, sementara persediaan barang terbatas, maka harga otomatis
juga akan meningkat”. Masyarakat yang mengonsumsi bahan makanan dan minuman
yang berlebihan di bulan ramadhan tidak dibarengi dengan peningkatan sirkulasi
barang dipasaran. Kemudian, faktor buatan yaitu faktor kesengajaan yang
dilakukan oleh para pelaku atau sekelompok orang di pasar untuk menaikkan
harga-harga bahan pokok tersebut, dengan sengaja menghilangkan barang tersebut
di pasar. Caranya dengan melakukan penimbunan bahan pokok tersebut yang
dibutuhkan di suatu tempat. Pada saat yang dianggap tepat para penimbun baru
akan mengeluarkan bahan makanan dan minuman yang mengalami kelangkaan dan
menjualnya di pasar dengan harga cukup
mahal dibanding dengan harga yang sebelumnya.
2. Bermasalah
dalam pengantaran
Teman,
terkadang kondisi jalan yang rusak membuat para pengangkut bahan pokok makanan
dan minuman mengalami kendala dalam pengantaran. Contohnya saja: lalu lintas
ramai akan para pemudik sehinngga membuat lalu lintas antar daerah mengalami
kemacetan dan akhirnya para pengangkut bahan pokok makanan dan minuman
mengalami keterlambatan dalam pengantaran, dan berujung pada kualitas bahan
pokok makanan dan minuman yang tidak layak untuk dikonsumsi. Contoh lainnya:
seiring meningkatnya para pemudik menjelang hari lebaran Idul Fitri membuat
beberapa titik badan jalan rusak dan mengalami perbaikan. Sehingga terjadi
kemacetan dan lagi berujung pada kualitas bahan pokok makanan dan minuman yang
tidak layak untuk dikonsumsi. Sehingga hal ini akan menjadi penyebab utama dari
kelangkaan suatu barang pada salah satu daerah, dan akan menjadikan permintaan
tidak terpenuhi. Yang terjadi kemudian harga-harga akan mengalami kenaikan
secara signifikan.
3, Perilaku
para konsumtif
Ini
merupakan latar belakang dari semua dua faktor yang telah disebutkan. Dibenak
kita pasti bertanya-tanya. Di bulan ramadhan, ratusan juta umat muslim yang
menjalankan ibadah puasa yang artinya harga bahan pokok makanan dan minuman
tidak mengalami kenaikan karena pasti permintaan bahan pokok makanan dan
minuman mengalami penurunan.
Tapi
teman, apa yang terjadi?
Ujian yang sesungguhnya menahan nafsu makan dan minum itu
sebenarnya terjadi di malam hari ketika kita diijinkan untuk makan dan minum.
Orang yang berhasil mengendalikan dirinya ketika dia dapat berbuat apa saja
tanpa ada larangan adalah orang yang lulus menjalani perintah berpuasa. Bagi
mereka yang sedang berpuasa akan membayangkan dan inginnya menu yang spesial,
setelah seharian menahan lapar dan haus. Karena itulah, wajar jika dalam bulan
tersebut tingkat komsumsi bertambah pada malam hari. Hal itu juga sebagai
pemicu meningkatnya permintaan bahan pokok oleh masyarakat. Selama bulan ramadhan harga selalu naik menunjukkan bahwa
peningkatan permintaan bahan makanan dan minuman jauh lebih besar dari
peningkatan pasokannya yang mencerminkan, nafsu mengkonsumsi bahan makanan dan
minuman selama ramadhan - ketika manusia diperintahkan untuk belajar menahan
hawa nafsunya – sebenarnya malah lebih tinggi - artinya lebih mengumbar hawa
nafsunya.
Teman, otomatis berlaku hukum ekonomi. Jika
permintaan meningkat, sementara persediaan barang terbatas, maka harga otomatis
juga akan meningkat. Kondisi ini seperti bak kata pepatah: sudah jatuh ditimpa
tangga. Harga barang-barang naik mengikuti kenaikan harga BBM, ditambah lagi
dengan meningkatnya permintaan konsumen “menyambut” bulan puasa. Maka laju
inflasi makin menjadi-jadi.
4. Mengikuti tren
Tren di musim ramadhan, musim Pendaftaran Siswa Baru (PSB),
Piala Dunia, dan Pemilihan Presiden juga menjadi salah satu pemicu dalam
gejolak inflasi pada bahan pokok makanan dan minuman di bulan ramadhan. Banyak
orang yang membutuhkan biaya lebih untuk anaknya nanti bersekolah hingga
akhirnya momen ini dimanfaatkan oleh para pedagang. Banyak orang yang
mengadakan nonton bareng (NOBAR) untuk menonton berlangsungnya piala dunia
hingga pada akhirnya meningkatkan angka konsumsi dan lagi momen ini
dimanfaatkan oleh para pedagang. Banyak biaya yang harus dikeluarkan dalam
menyelenggarakan pesta demokrasi berlevel nasional dan lagi momen ini
dimanfaatkan oleh para pedagang.
Teman, banyak orang yang menanggapi jika kenaikan harga pada
bahan pokok makanan dan minuman adalah hal yang wajar. Namun, begitukah?
Teman, masih banyak orang yang miskin, mengingat Indonesia
memiliki puluhan juta rakyat miskin, tidak mampu membeli bahan pokok tersebut.
Permasalahan ini jangan di biarkan begitu saja tanpa ada solusi dan menjadi
sebuah kebiasaan di bulan ramadhan. Karena, kebiasaan ini akan mempersulit
rakyat miskin namun di sisi lain para produsen dan pedagang yang berbuat jahat
bersenang-senang di atas penderita rakyat miskin karena telah mendapatkan
keuntungan lebih.
Teman, ada beberapa solusi yang dapat menekan gejolak inflasi
yang terjadi di bulan ramadhan:
1. Melakukan pemeriksaan
Sepertinya pemerintah harus turun tangan melalui sebuah lembaga
atau organisasi yang dimana lembaga atau organisasi tersebut melakukan
pemeriksaan langsung di lapangan menjelang bulan ramadhan. Melakukan
pemeriksaan pada jumlah produksi bahan pokok makanan dan minuman agar tidak
mengalami kelangkaan dipasaran pada bulan ramadhan. Dan, melakukan pemeriksaan
langsung pada gudang penyimpanan bahan pokok makanan dan minuman agar para
produsen tidak melakukan penimbunan bahan pokok makanan dan minuman.
2. Melakukan perbaikan jalan
Padatnya dunia jalan raya di bulan ramdhan karena meningkat
kendaraan yang beraktivitas mengakibatkan banyaknya badan jalan raya yang
rusak. Hal ini membuat aktivitas jalan raya tidak lancar. Ini dapat ditangani
dengan memperbaiki badan jalan raya yang terlanjur rusak dan melakukan
perawatan pada jalan raya tertentu yang rawan rusak karena terlalu sering
dilewati oleh banyak kendaraan terutama kendaraan bernuatan lebih. Hal ini akan
membuat nyaman para pengguna jalan khususnya para pengantar dan para pemudik
yang akan merayakan hari lebaran bersama keluarga besar di kampong halamannya.
3. Kembali pada konsep
berpuasa
Teman, solusi ini adalah solusi yang termudah yang
bisa kita lakukan saat ini karena akan membuat hati nurani kita terketuk.
Kembalikan diri kita dan jiwa kita kepada konsep berpuasa di bulan ramadhan
yaitu mengendalikan hawa napsu, mengendalikan sikap dan perilaku, serta
meningkatkan ibadah. Dengan mengendalikan hawa nafsu, terutama makan dan minum,
insya Allah kita bisa mengendalikan membengkaknya kebutuhan belanja di
bulan puasa dan pada akhirnya mampu menekan gejolak harga pasar dan pada
akhirnya mampu menekan laju inflasi.
Fenomena bulan puasa
yang terjadi selama ini sebaiknya perlu dikoreksi. Puasa tidak lagi sekadar
mengurangi konsumsi beras, namun meningkatkan konsumsi bahan makanan lain yang
harga jualnya justru jauh lebih tinggi. Kita bisa memilih bahan makanan yang
lebih murah, namun tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi terutama energi yang
dibutuhkan.
Kebahagiaan bukan
terletak pada banyaknya harta yang dimiliki dan banyak serta mewahnya makanan
yang kita makan. Banyak orang yang kaya raya dan hartanya berlimpah, tapi
mereka tidak bahagia. Banyak juga orang yang menderita berbagai penyakit,
karena makan makanan serba mewah dan berlebihan. Di situlah letak pentingnya
pengendalian diri, memperbanyak ibadah (selama bulan puasa) yang membuat jiwa
selalu merasa tenang dan tentram. Itulah hikmah berpuasa.
4.
Melakukan sosialisasi
Pemerintah melalui sebuah lembaga atau organisasi yang dimana
lembaga atau organisasi tersebut melakukan sosialisasi tentang semua yang
berkaitan dengan laju inflasi. Hal ini dilakukan agar mereka dapat sadar bahwa
kenaikan harga bahan pokok makanan dan minuman bukan lagi fenomenal yang wajar
dan memberi cara-cara dam penanganan agar masyarakat juga ikut
berbondang-bondong dalam kesertaannya mendukung menekan gejolak inflasi di
bulan ramadhan. Sosialisasi dapat dalam bentuk spanduk yang diletakkan di
tempat yang srategis seperti di pasar, di kantor-kantor dan lain-lainnya; memasang
iklan tentang inflasi di media massa seperti televisi, radio, media cetak dan
sosial media; melakukan penyuluhan langsung kepada warga.
Teman, jalankan ibadah
puasa kalian dengan hati yang sungguh-sungguh dengan niat mendapatkan hikmah,
ramhat, dan ridho-Nya semata. Karena berpuasa di bulan ramadhan dapat kita
jadikan sebiah latihan diri untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan
menjauhi berbuatan yang tidak terpujji. Sehingga, jika ramadhan telat
memisahkan dirinya dengan kita, insya Allah kita akan menjadi insan
Allah yang lebih baik dari yang sebelumnya.
Setiap masalah pasti
ada jalan keluarnya. Allah akan menunjukkan berbagai jalan (subula) bagi
orang-orang yang sabar dan bertakwa.
Referensi:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar