Social Icons

Pages

Minggu, 22 Juni 2014

INI ADALAH HAL SEDERHANA NAMUN…




seorang teman saya mengatakan:
”seiringnya waktu, banyak orang bahkan teman-temanku menyepelekan hal-hal kecil. Dan, salah satunya adalah membuang sampah. Sebenernya, kalau orang yang gag tau dampak sih pasti acuh aja, tapi kalau orang yang tau apa dampak dari hal kecil itu, mereka pasti peduli dengan hal kecil itu”

Dan, saya sebagai penulis juga ingin berkomentar:
“lingkungan dapat rusak sampai saat ini karena bermula dari hal-hal yang kecil. Namun…”

Saya melakukan pengamatan sederhana disekolah selama classmeeting berlangsung. Mengapa dilakukan di sekolah? Alasan saya adalah agar ibu saya tidak khawatir jika saya tidak berkeliaran di luar lingkungan sekolah dan asrama. Sehingga, saya berinisiatif untuk menulis sebuah esai untuk para pembaca, mengajak para pembaca agar tidak acuh dengan hal-hal kecil. Salah satunya adalah lingkungan. 

Inspirasi saya menulis esai ini, berawal dari dua buah slogan yang terpampang di koridor sekolah saya.

Selamat membaca. Semoga melalui esai ini, para pembaca dapat tergugah hatinya terhadap masalah lingkungan yang saat ini sedang menjerit kesakitan.


INI ADALAH HAL SEDERHANA
NAMUN…

Teman… apakah kalian tidak risih dengan sampah di sekitar ruang kelas, di laci meja, bahkan di sekitar bangku yang kalian duduki selalu terlihat sampah. Entah itu sampah berupa serbuk rautan pensil, tissue, kertas coretan, permen, dan kawan-kawannya. 

Teman… seperti itukah kalian? Sungguh seperti inikah kalian? Apa yang sebenarnya yang ada dibenak kalian ketika melihat sampah-sampah?

Tidak hanya di kelas, di sekolahpun masih banyak dari kalian membuang sampah sembarangan. Di depan warung pojok, kantin pojok, dan toko kampus, mungkin banyak sepasang bola mata dikagetkan dengan sampah dari tangan-tangan yang zalim.

Teman… untuk kebersihan di dalam kelas, khususnya sekolah yang menggunakan sistem pembelajaran moving class dijadikan peluang besar bagi sampah untuk berkeliaran melalui tangan-tangan yang zalim. Ini memncerminkan banyak diantara kalian yang tidak sadar akan kebersihan di lingkungan sekitar sekolah. Namun, coba kalian pikirkan apa saja dampak yang akan timbul dari perbuatan kalian lakukan.

Teman… renungkan apa dampak dari kezaliaman kalian terhadap sampah yang kalian buang di sekitar lingkungan kelas dan sekolah:

1    1. Mengurangi konsentrasi belajar saat di kelas

Teman, coba bayangkan saja. Kelas ribut, ditambah sampah yang berserakan di ruang kelas yang kalian tempati. Apa jadinya ya? Mungkin sebagian besar teman kalian ada yang biasa-biasa saja dengan kondisi dan situasi yang saya ilustrasikan. Namun, mungkin sebagian kecil teman kalian berpasrah diri dengan cara tidur di kelas. Karena, mereka memiliki sebuah pikiran seperti ini.

“Untuk apa saya memperhatikan guru jika saya tidak mengerti apa yang ia terangkan. Saya kurang konserntrasi. Tidak senang dengan kelas kotor seperti ini, bising pula. Lebih baik saya tidur saja”.

Yah, begitulah pernyataan segelintir teman-teman saya jika saya menanyakan apa sebabnya mereka tidur di kelas. Sampah yang berserakan membuat beberapa teman-teman saya surut akan semangat belajar mereka di kelas. Ditambah, konsentrasi para teman saya menjadi menurun karena keadaan dalam diri mereka yang surut akan semangat belajar.

2    2. Banyak si pengisap darah

Bak zombie yang menakutkan, datang dengan visi mengisap darah para manusia. Bak bunga yang menarik perhatian para serangga untuk menghisap nektar. Sampah mengundang para nyamuk untuk berdatangan, menghisap darah manusia yang berada di sekitarnya. Tak terkecuali nyamuk DBD atau nyamuk Aedes Aegypti yang dapat menyebabkan kalian terjangkit penyakit demam berdarah.

Teman, kalian coba saja membersihkan laci yang penuh akan sampah kertas, sampah bungkus makanan ringan, sampah tissue dan kawan-kawannya dengan menggunakan kemoceng. Dengan terkejutnya, wajah kalian akan diserbu oleh puluhan nyamuk yang tersembunyi dalam sampah-sampah tersebut. Teman, pernahkah kalian mengalami ilustrasi tersebut?

Apalagi, jika telah banyak nyamuk di dalam kelas dan nyamuk-nyamuk tersebut menggangu kalian saat jam pembelajaran berlangsung? Tidak dibayangkan, betapa risihnya kalian.

3    3. Tidak menunjang belajar dan perstasi

Setelah beberapa dampak yang telah saya sebutkan, merasa nyamakah kalian belajar dengan sampah? Sungguh tidaknyamannya kelas yang kalian tempati. Apakah itu akan menunjang belajar dan prestasi kalian. Coba kalian pikir-pikir lagi, teman. Benda yang akan kalian anggap remeh, ternyata sangat berpengaruh besar dengan kenyamanan kalian dalam menuntut ilmu.
  

4. Menambah kepedihan pada lingkungan 
 
Sadarkah kalian, ada pengaruh besar jika kalian membuang sampah kecil seperti bungkus permen di sekitaran taman sekolah dan kantin? Teman, perhatikan ilustrasi berikut: 

Kalian membuang bungkus permen di sekitaran taman dan taman tersebut merupakan rumput, tumbuhan hijau yang melakukan proses fotosintesis. Dan, hari ternyata hujan, zat-zat kimia yang berbahaya pada kemasan tersebut terlarut kedalam tanah akibat terkena air hujan. Saat hari kembali panas, rumput tersebut melakukan fotosintesis dan membutuhkan air atau unsur hara yang ada dalam tanah. Namun, ternyata air atu unsur hara dalam tanah tersebut telah tercemar oleh zat-zat kimia yang berbahaya. Efek dari rumput tersebut adalah mudah layu. Akan indahkan sekolah kita tanpa rumput-rumput hijau yang terhampar di lingkungan sekolah, selalu menghiasi hari-hari kita di sekolah? 

Kemudian, jika air atau unsur hara yang telah tercemar tersebut akan menguap ke udara. Dan ternyata zat-zat berbahaya tersebut merupakan salah satu dari gas efek rumah kaca. Otomatis, semakin banyak orang-orang yang membuang bungkus kemasan permen atau sejenisnya di sekitar tanaman hijau, semakin meningkat pula pemanasan global secara perlahan-lahan.
 
      5. Bertambahnya dosa

Teman… sadarlah kalian. Dunia ini hanya bersifat fana, kita akan kekal di akhirat nanti. Akan banyak yang kalian tanggung di akhirat nanti atas perbuatan yang tidak terpuji kalian temasuk membuang sampah sembarang yang akan merusak alam ciptaan-Nya. Takutlah pada Allah SWT karena sesungguhnya Dia Maha Mengetahui yang Maha Melihat segala perbuatan yang kita berbuat di dunia dengan bukti buku catatan malaikat yang selalu mencatat perbuatan kita.

Teman… mengapa banyak diantara kalian masih membuang sampah sembarang?
Setelah diselidiki, saya bisa menyebutkan satu persatu alasan banyak diantara kalian masih membuang sampah sembarang.

      1. Bergantung dengan orang lain
“ah… tenang aja. Kan ada bapak dan ibu cs (cleaning service) yang bakalan bersihin sampah-sampahnya”
Yah, beginilah komentar yang dilontarkan oleh kebanyakan teman-teman.
Teman, coba kalian bayangkan. Jika kita sadar akan kebersihan di sekitar lingkungan sekolah, kita akan membantu meringankan pekerjaan bapak dan ibu cs. 


       2. Tempat sampah yang jauh

Suatu hari saya melihat seorang teman saya yang sedang membuang sampah bungkus permen di lapangan apel. Kemudian, saya mendatangin teman saya tersebut dan menegurnya agar mengambil sampah yang baru saja ia buang. Namun, apa respon teman saya.

“ih… jauh banget sih tong sampahnya”

Yah, dengan sabar saya mengambil sampah tersebut.

      3. Sifat pemalas

Pada waktu istirahat telah menunjukkan akhirnya, saya hendak masuk ke dalam ruang kelas. Namun, seraya membuka pintu ruang kelas, saya dikagetkan dengan beberapa bungkus makanan ringan milik teman saya yang berada di atas kursi di depan ruang kelas. Otomatis saya menanyakan kenapa sampahnya ditinggalkan begitu saja. Tanpa respon apapun, teman saya berjalan dengan terburu-buru menuruni tangga menuju lantai bawah. Dan lagi-lagi, saya harus turun tangan untuk menaruh sampah tersebut ke tempat yang seharusnya.

Saat itu, hanya ada dua kemungkinan teman saya meninggalkan sampahnya begitu saja. Terburu-buru hingga lupa atau ia malas membuang sampahnya sendiri?

      4. Kurangnya wawasan tentang lingkungan

Sepertinya ini bisa menjadi salah satu alasan yang kuat mengapa kalian belum sadar akan akibat dari sampah yang tidak disikapi dengan bijak? PLH (Pendidikan Lingkungan Hidup) merupakan salah satu pelajaran yang membahas tentang lingkungan. Saya pernah mengenyam pendidikan mata pelajaran tersebut selama satu tahun di SMP. Ada banyak manfaat yang saya ambil dan pengetahuan saya menjadi lebih luas dari PLH.

      5. Kemana imannya ya?

Hmm, pertanyaan ini akan keluar dari mulut saya jika saya sudah mencapai batas sabar saya. Jika seseorang meninggalkan sampahnya begitu saja, dari kejauhan saya akan berkata “kemana sih imannya?” saya yakin, jika orang tersebut memiliki agama, pasti orang tersebut juga memiliki iman.

Teman, lagi-lagi saya harus mengatakan “sadarlah!”. Sadar akan lingkungan yang makin memuncak amarahnya tanpa kita sadari. Teman, ada banyak berbagai cara agar untuk mewujudkan kesadaran kalian akan lingkungan sekolah.

      1. Tidak bergantung dengan orang lain

Teman, layaknya hidup mandiri, membuang sampah di sekitar sekolah tidak harus bergantung dengan orang lain terutama bergantung dengan bapak atau ibu cs. Berinisiatiflah untuk membuang sampah sendiri. Hitung-hitung kalian telah membantu meringankan pekerjaan bapak atau ibu cs. Dan, jika kalian lakukan dengan hati yang ikhlas, kalian akan mendapatkan pahala yang berlimpah karena telah menjaga kebersihan di lingkungan sekolah dan membantu orang yang lebih tua pula. Amin.

      2. Memanfaatkan saku atau kantong pada pakaian
Tong sampah jauh? Bukan alasan lagi bagi kalian yang malas-malasan membuang sampah apalagi membuang bungkus permen sembarangan. Teman, manfaatkan sesuatu yang berada di dekat kalian, yaitu dengan cara memanfaatkan saku atau kantong pada pakaian yang sedang kalian kenakan sebagai tempat sampah sementara kalian. Setelah kalian melewati tempat sampah, sempatkan waktu kalian untuk membuang sampah kalian di saku atau kantong pakaian kalian. Selain pada saku, kalian bisa menjadikan tas dengan kantong khusus untuk menjadi tempat sampah sementara kalian.

      3. Menambah wawasan mengenai lingkungan

Mungkin hanya beberapa sekolah yang menyediakan mata pelajaran PLH sebagai mata pelajaran MULOK dengan alasan sekolah telah bertaraf adiwiyata. Dan, cobalah untuk menggugah hati kalian untuk mengenai lebih luas tentang lingkungan. Kalian dapat mencari lewat internet, buku referensi, atau melalui teman-teman kalian yang pernah mengenyam PLH. Tanpa kalian sadari, akan timbul jiwa kepedulian terhadap lingkungan.

      4. Buang jauh-jauh sikap malas kalian!

Teman, gerakan jiwa kalian untuk kalian. Action! Adakan gotong royong untuk membersihkan lingkungan di sekitar sekolah. Tentukan hari untuk mengadakan kerja bakti untuk pembersihan di lingkungan sekolah. Kalian perlu sadari, hal ini juga merupakan salah satu cara menumbuhkan rasa kepedulian kalian terhadap lingkungan. Selain itu, agar teman-teman senantiasa waspada dan tanggap menghadapi hal hal yang berkaitan dengan kebersihan seperti demam berdarah, cikungunyiah, leptovirosis dan lainnya yang di sebabkan dari jentik nyamuk, air seni tikus dan hewan lainnya.

  5. Ingat dengan Allah SWT

Teman, sebenarnya ada sebuah solusi yang bersifat jangka panjang, dan untuk memahaminya silahkan simak pembahasan di bawah ini.

“Telah nampak kerusakkan di darat dan di laut di sebabkan karena tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” TQS Ar Rum : 41

Maka telah jelas bahwa segala kerusakkan yang terjadi di muka bumi ini karena perbuatan manusia yang buruk. Sementara yang membuat manusia melakukan kerusakkan di muka bumi ini karena manusia tersebut belum mengenali tujuan hidupnya dan siapa dirinya di muka bumi ini.

“Dan (ingatlah) tatkala Tuhan engkau berkata kepada Malaikat : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah. Berkata mereka : Apakah Engkau hendak menjadikan padanya orang yang merusak di dalam nya dan menumpahkan darah, padahal kami bertasbih dengan memuji Engkau dan memuliakan Engkau ? Dia berkata : Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” Qs. Al Baqoroh : 30

Di ayat lain pun juga di jelaskan tugas manusia di muka bumi

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Q.S. Az-Zariyat, 51: 56)

Ketika kesadaran dari ayat di atas telah di pahami dan di aplikasikan, maka InsyaAllah mereka akan sadar bahwa bumi ini adalah milik Allah SWT di mana tugas kita adalah sebagai hamba-Nya yang wajib taat kepada seluruh (kaaffah) perintah dan larangan-Nya termasuk menjaga bumi dengan sebaik-baiknya. Juga akan terlahir kesadaran bahwa sejatinya manusia di bumi ini tidak hidup sendiri melainkan berdampingan dengan makhluk lainnya, sehingga kita sebagai manusia tidak boleh saling mendzolimi baik sesama manusia maupun kepada hewan atau tumbuhan.
Dari penjelasan di atas tadi, semoga kalian akan lahir generasi-generasi penerus yang akan menjaga lingkungan sekolah dengan sebaik-baiknya. Teman, bersama-sama berupaya untuk mewujudkan hal tersebut dengan melakukan penyampaian dan pembinaan intensif kepada temna-teman yang lain akan wajibnya dan pentingnya menjadikan aturan-aturan dari sang pencipta manusia, Allah SWT, untuk menjaga lingkungan.

Berawal dari sekolah kalian akan terbiasa untuk menjaga lingkungan. Berawal dari sekolahlah, kalian akan dapat menumbuhkan kesadaran kalian akan penting lingkungan bagi kehidupan manusia yang masih menempati bumi ini. Karena, suatu saat nanti, kalian akan terjun ke dunia masyarakat yang miskin akan pegetahuan lingkungan. Dan, itulah solusi-solusi yang mungkin sekiranya dapat meminimalisirkan rusaknya lingkungan dan dapat menjadi sebuah penggugah hati para pembaca agar tidak menyebelekan tindakan-tindakan sederhana yang tidak terpuji.

Penulis:
IIS TARSIYAH
X MIPA E

Referensi:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

 
Blogger Templates