seorang teman saya mengatakan:
”seiringnya
waktu, banyak orang bahkan teman-temanku menyepelekan hal-hal kecil. Dan, salah
satunya adalah membuang sampah. Sebenernya, kalau orang yang gag tau dampak sih
pasti acuh aja, tapi kalau orang yang tau apa dampak dari hal kecil itu, mereka
pasti peduli dengan hal kecil itu”
Dan,
saya sebagai penulis juga ingin berkomentar:
“lingkungan
dapat rusak sampai saat ini karena bermula dari hal-hal yang kecil. Namun…”
Saya
melakukan pengamatan sederhana disekolah selama classmeeting berlangsung. Mengapa
dilakukan di sekolah? Alasan saya adalah agar ibu saya tidak khawatir jika saya
tidak berkeliaran di luar lingkungan sekolah dan asrama. Sehingga, saya
berinisiatif untuk menulis sebuah esai untuk para pembaca, mengajak para
pembaca agar tidak acuh dengan hal-hal kecil. Salah satunya adalah lingkungan.
Inspirasi
saya menulis esai ini, berawal dari dua buah slogan yang terpampang di koridor sekolah saya.
Selamat
membaca. Semoga melalui esai ini, para pembaca dapat tergugah hatinya terhadap
masalah lingkungan yang saat ini sedang menjerit kesakitan.
INI ADALAH HAL SEDERHANA
NAMUN…
Teman…
apakah kalian tidak risih dengan sampah di sekitar ruang kelas, di laci meja,
bahkan di sekitar bangku yang kalian duduki selalu terlihat sampah. Entah itu
sampah berupa serbuk rautan pensil, tissue, kertas coretan, permen, dan
kawan-kawannya.
Teman…
seperti itukah kalian? Sungguh seperti inikah kalian? Apa yang sebenarnya yang
ada dibenak kalian ketika melihat sampah-sampah?
Tidak
hanya di kelas, di sekolahpun masih banyak dari kalian membuang sampah
sembarangan. Di depan warung pojok, kantin pojok, dan toko kampus, mungkin
banyak sepasang bola mata dikagetkan dengan sampah dari tangan-tangan yang
zalim.
Teman…
untuk kebersihan di dalam kelas, khususnya sekolah yang menggunakan sistem
pembelajaran moving class dijadikan peluang besar bagi sampah untuk berkeliaran
melalui tangan-tangan yang zalim. Ini memncerminkan banyak diantara kalian yang
tidak sadar akan kebersihan di lingkungan sekitar sekolah. Namun, coba kalian
pikirkan apa saja dampak yang akan timbul dari perbuatan kalian lakukan.
Teman…
renungkan apa dampak dari kezaliaman kalian terhadap sampah yang kalian buang
di sekitar lingkungan kelas dan sekolah:
1 1. Mengurangi
konsentrasi belajar saat di kelas
Teman,
coba bayangkan saja. Kelas ribut, ditambah sampah yang berserakan di ruang
kelas yang kalian tempati. Apa jadinya ya? Mungkin sebagian besar teman kalian ada
yang biasa-biasa saja dengan kondisi dan situasi yang saya ilustrasikan. Namun,
mungkin sebagian kecil teman kalian berpasrah diri dengan cara tidur di kelas.
Karena, mereka memiliki sebuah pikiran seperti ini.
“Untuk
apa saya memperhatikan guru jika saya tidak mengerti apa yang ia terangkan.
Saya kurang konserntrasi. Tidak senang dengan kelas kotor seperti ini, bising
pula. Lebih baik saya tidur saja”.
Yah,
begitulah pernyataan segelintir teman-teman saya jika saya menanyakan apa
sebabnya mereka tidur di kelas. Sampah yang berserakan membuat beberapa
teman-teman saya surut akan semangat belajar mereka di kelas. Ditambah,
konsentrasi para teman saya menjadi menurun karena keadaan dalam diri mereka
yang surut akan semangat belajar.
2 2. Banyak
si pengisap darah
Bak
zombie yang menakutkan, datang dengan visi mengisap darah para manusia. Bak
bunga yang menarik perhatian para serangga untuk menghisap nektar. Sampah
mengundang para nyamuk untuk berdatangan, menghisap darah manusia yang berada
di sekitarnya. Tak terkecuali nyamuk DBD atau nyamuk Aedes Aegypti yang dapat
menyebabkan kalian terjangkit penyakit demam berdarah.
Teman,
kalian coba saja membersihkan laci yang penuh akan sampah kertas, sampah
bungkus makanan ringan, sampah tissue dan kawan-kawannya dengan menggunakan
kemoceng. Dengan terkejutnya, wajah kalian akan diserbu oleh puluhan nyamuk
yang tersembunyi dalam sampah-sampah tersebut. Teman, pernahkah kalian
mengalami ilustrasi tersebut?
Apalagi,
jika telah banyak nyamuk di dalam kelas dan nyamuk-nyamuk tersebut menggangu
kalian saat jam pembelajaran berlangsung? Tidak dibayangkan, betapa risihnya
kalian.
3 3. Tidak
menunjang belajar dan perstasi
Setelah
beberapa dampak yang telah saya sebutkan, merasa nyamakah kalian belajar dengan
sampah? Sungguh tidaknyamannya kelas yang kalian tempati. Apakah itu akan
menunjang belajar dan prestasi kalian. Coba kalian pikir-pikir lagi, teman.
Benda yang akan kalian anggap remeh, ternyata sangat berpengaruh besar dengan
kenyamanan kalian dalam menuntut ilmu.
4. Menambah
kepedihan pada lingkungan
Sadarkah kalian, ada pengaruh besar jika kalian membuang sampah kecil seperti bungkus permen di sekitaran taman sekolah dan kantin? Teman, perhatikan ilustrasi berikut:
Kalian
membuang bungkus permen di sekitaran taman dan taman tersebut merupakan rumput,
tumbuhan hijau yang melakukan proses fotosintesis. Dan, hari ternyata hujan,
zat-zat kimia yang berbahaya pada kemasan tersebut terlarut kedalam tanah akibat
terkena air hujan. Saat hari kembali panas, rumput tersebut melakukan
fotosintesis dan membutuhkan air atau unsur hara yang ada dalam tanah. Namun,
ternyata air atu unsur hara dalam tanah tersebut telah tercemar oleh zat-zat
kimia yang berbahaya. Efek dari rumput tersebut adalah mudah layu. Akan indahkan
sekolah kita tanpa rumput-rumput hijau yang terhampar di lingkungan sekolah, selalu
menghiasi hari-hari kita di sekolah?
5. Bertambahnya
dosa
Teman…
sadarlah kalian. Dunia ini hanya bersifat fana, kita akan kekal di akhirat
nanti. Akan banyak yang kalian tanggung di akhirat nanti atas perbuatan yang
tidak terpuji kalian temasuk membuang sampah sembarang yang akan merusak alam ciptaan-Nya.
Takutlah pada Allah SWT karena sesungguhnya Dia Maha Mengetahui yang Maha
Melihat segala perbuatan yang kita berbuat di dunia dengan bukti buku catatan
malaikat yang selalu mencatat perbuatan kita.
Teman…
mengapa banyak diantara kalian masih membuang sampah sembarang?
Setelah
diselidiki, saya bisa menyebutkan satu persatu alasan banyak diantara kalian
masih membuang sampah sembarang.
1. Bergantung
dengan orang lain
“ah…
tenang aja. Kan ada bapak dan ibu cs (cleaning service) yang bakalan bersihin
sampah-sampahnya”
Yah,
beginilah komentar yang dilontarkan oleh kebanyakan teman-teman.
Teman,
coba kalian bayangkan. Jika kita sadar akan kebersihan di sekitar lingkungan
sekolah, kita akan membantu meringankan pekerjaan bapak dan ibu cs.
2. Tempat
sampah yang jauh
Suatu
hari saya melihat seorang teman saya yang sedang membuang sampah bungkus permen
di lapangan apel. Kemudian, saya mendatangin teman saya tersebut dan menegurnya
agar mengambil sampah yang baru saja ia buang. Namun, apa respon teman saya.
“ih… jauh banget sih
tong sampahnya”
Yah,
dengan sabar saya mengambil sampah tersebut.
3. Sifat
pemalas
Pada
waktu istirahat telah menunjukkan akhirnya, saya hendak masuk ke dalam ruang
kelas. Namun, seraya membuka pintu ruang kelas, saya dikagetkan dengan beberapa
bungkus makanan ringan milik teman saya yang berada di atas kursi di depan
ruang kelas. Otomatis saya menanyakan kenapa sampahnya ditinggalkan begitu
saja. Tanpa respon apapun, teman saya berjalan dengan terburu-buru menuruni
tangga menuju lantai bawah. Dan lagi-lagi, saya harus turun tangan untuk
menaruh sampah tersebut ke tempat yang seharusnya.
Saat
itu, hanya ada dua kemungkinan teman saya meninggalkan sampahnya begitu saja.
Terburu-buru hingga lupa atau ia malas membuang sampahnya sendiri?
4. Kurangnya
wawasan tentang lingkungan
Sepertinya
ini bisa menjadi salah satu alasan yang kuat mengapa kalian belum sadar akan
akibat dari sampah yang tidak disikapi dengan bijak? PLH (Pendidikan Lingkungan
Hidup) merupakan salah satu pelajaran yang membahas tentang lingkungan. Saya
pernah mengenyam pendidikan mata pelajaran tersebut selama satu tahun di SMP. Ada
banyak manfaat yang saya ambil dan pengetahuan saya menjadi lebih luas dari
PLH.
5. Kemana
imannya ya?
Hmm,
pertanyaan ini akan keluar dari mulut saya jika saya sudah mencapai batas sabar
saya. Jika seseorang meninggalkan sampahnya begitu saja, dari kejauhan saya
akan berkata “kemana sih imannya?” saya yakin, jika orang tersebut memiliki
agama, pasti orang tersebut juga memiliki iman.
Teman,
lagi-lagi saya harus mengatakan “sadarlah!”. Sadar akan lingkungan yang makin
memuncak amarahnya tanpa kita sadari. Teman, ada banyak berbagai cara agar
untuk mewujudkan kesadaran kalian akan lingkungan sekolah.
1. Tidak
bergantung dengan orang lain
Teman,
layaknya hidup mandiri, membuang sampah di sekitar sekolah tidak harus
bergantung dengan orang lain terutama bergantung dengan bapak atau ibu cs.
Berinisiatiflah untuk membuang sampah sendiri. Hitung-hitung kalian telah
membantu
meringankan
pekerjaan bapak atau ibu cs. Dan, jika kalian lakukan dengan hati yang ikhlas,
kalian akan mendapatkan pahala yang berlimpah karena telah menjaga kebersihan
di lingkungan sekolah dan membantu orang yang lebih tua pula. Amin.
2. Memanfaatkan
saku atau kantong pada pakaian
Tong
sampah jauh? Bukan alasan lagi bagi kalian yang malas-malasan membuang sampah
apalagi membuang bungkus permen sembarangan. Teman, manfaatkan sesuatu yang
berada di dekat kalian, yaitu dengan cara memanfaatkan saku atau kantong pada
pakaian yang sedang kalian kenakan sebagai tempat sampah sementara kalian.
Setelah kalian melewati tempat sampah, sempatkan waktu kalian untuk membuang
sampah kalian di saku atau kantong pakaian kalian. Selain pada saku, kalian bisa
menjadikan tas dengan kantong khusus untuk menjadi tempat sampah sementara
kalian.
3. Menambah
wawasan mengenai lingkungan
Mungkin
hanya beberapa sekolah yang menyediakan mata pelajaran PLH sebagai mata
pelajaran MULOK dengan alasan sekolah telah bertaraf adiwiyata. Dan, cobalah
untuk menggugah hati kalian untuk mengenai lebih luas tentang lingkungan. Kalian
dapat mencari lewat internet, buku referensi, atau melalui teman-teman kalian
yang pernah mengenyam PLH. Tanpa kalian sadari, akan timbul jiwa kepedulian
terhadap lingkungan.
4. Buang
jauh-jauh sikap malas kalian!
Teman,
gerakan jiwa kalian untuk kalian. Action!
Adakan gotong royong untuk membersihkan lingkungan di sekitar sekolah. Tentukan
hari untuk mengadakan kerja bakti untuk pembersihan di lingkungan sekolah. Kalian
perlu sadari, hal ini juga
merupakan
salah satu cara menumbuhkan rasa kepedulian kalian terhadap lingkungan. Selain itu,
agar teman-teman senantiasa waspada dan tanggap menghadapi hal hal yang
berkaitan dengan kebersihan seperti demam berdarah, cikungunyiah, leptovirosis
dan lainnya yang di sebabkan dari jentik nyamuk, air seni tikus dan hewan
lainnya.
Teman, sebenarnya ada sebuah solusi
yang bersifat jangka panjang, dan untuk memahaminya silahkan simak pembahasan
di bawah ini.
“Telah nampak kerusakkan di darat
dan di laut di sebabkan karena tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada
mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan
yang benar)” TQS Ar Rum : 41
Maka telah jelas bahwa segala
kerusakkan yang terjadi di muka bumi ini karena perbuatan manusia yang buruk.
Sementara yang membuat manusia melakukan kerusakkan di muka bumi ini karena
manusia tersebut belum mengenali tujuan hidupnya dan siapa dirinya di muka bumi
ini.
“Dan (ingatlah)
tatkala Tuhan engkau berkata kepada Malaikat : Sesungguhnya Aku hendak
menjadikan di bumi seorang khalifah. Berkata mereka : Apakah Engkau hendak
menjadikan padanya orang yang merusak di dalam nya dan menumpahkan darah,
padahal kami bertasbih dengan memuji Engkau dan memuliakan Engkau ? Dia berkata
: Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” Qs. Al Baqoroh : 30
Di ayat lain pun juga di jelaskan
tugas manusia di muka bumi
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan
manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Q.S. Az-Zariyat, 51: 56)
Ketika kesadaran dari ayat di atas
telah di pahami dan di aplikasikan, maka InsyaAllah mereka akan sadar bahwa
bumi ini adalah milik Allah SWT di mana tugas kita adalah sebagai hamba-Nya
yang wajib taat kepada seluruh (kaaffah) perintah dan larangan-Nya termasuk
menjaga bumi dengan sebaik-baiknya. Juga akan terlahir kesadaran bahwa
sejatinya manusia di bumi ini tidak hidup sendiri melainkan berdampingan dengan
makhluk lainnya, sehingga kita sebagai manusia tidak boleh saling mendzolimi
baik sesama manusia maupun kepada hewan atau tumbuhan.
Dari
penjelasan di atas tadi, semoga kalian akan lahir generasi-generasi penerus
yang akan menjaga lingkungan sekolah dengan sebaik-baiknya. Teman, bersama-sama
berupaya untuk mewujudkan hal tersebut dengan melakukan penyampaian dan
pembinaan intensif kepada temna-teman yang lain akan wajibnya dan pentingnya
menjadikan aturan-aturan dari sang pencipta manusia, Allah SWT, untuk menjaga
lingkungan.
Berawal
dari sekolah kalian akan terbiasa untuk menjaga lingkungan. Berawal dari
sekolahlah, kalian akan dapat menumbuhkan kesadaran kalian akan penting
lingkungan bagi kehidupan manusia yang masih menempati bumi ini. Karena, suatu
saat nanti, kalian akan terjun ke dunia masyarakat yang miskin akan pegetahuan
lingkungan. Dan, itulah solusi-solusi yang mungkin sekiranya dapat
meminimalisirkan rusaknya lingkungan dan dapat menjadi sebuah penggugah hati
para pembaca agar tidak menyebelekan tindakan-tindakan sederhana yang tidak
terpuji.
Penulis:
IIS
TARSIYAH
X
MIPA E
Referensi:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar