Social Icons

Pages

Kamis, 17 Juli 2014

MAAG? SIAPA TAKUT?



Karya: Iis Tarsiyah.

Teman, apakah kalian memiliki penyakit maag? Apakah kalian tidak takut, penyakit maag kalian akan mengganggu ditengah ibadah puasa kalian selama bulan ramadhan? Lalu, tindakan apa yang kalian lakukan agar kalian dapat menjalankan ibadah puasa tanpa khawatir penyakit maag kalian akan kambuh?

Selama bulan ramadhan, seringkali kita melihat tayangan stasiun televisi menyajikan iklan promosi produk-produk yang dihubungkan dengan aktivitas puasa ramadhan yang kita jalani. Dan, para penonton televisipun akan mendapatkan efek sampingnya yaitu menjadi korban iklan yang dimana mereka akan membeli produk tersebut dengan alasan karena tertarik dengan produk tersebut atau mereka memang sangat membutuhkan produk tersebut. Namun, karena menjadi korban iklan merekapun akhirnya tidak memperhatikan cara pemakaian atau penggunaan produk tersebut. Dan, salah satunya adalah obat maag antasida.

Seperti yang kalian tahu, bahwa produk obat maag antasida menayangkan iklan dimana produknya digunakan sebagai obat pencegah sakit maag akan kambuh di tengah ibadah puasa dan produk obat tersebut diminum saat makan sahur dan berbuka puasa.

Dan, terbukti teman. Penjualan produk obat maag antasida selama bulan ramadhan meningkat tajam dibanding di bulan-bulan biasanya. Hal ini karena, banyak orang yang terkena efek samping dari iklan produk obat maag antasida, yang menayangkan iklan seolah-olah produk obat maag yang terjual dapat mencegah agar kita tidak mengalami sakit maag pada saat tengah menjalankan ibadah puasa. Padahal, konsep dari obat maag itu sendiri adalah untuk mengurangi keluh saat kita sakit maag.

Teman, perlu kita ketahui bahwa obat maag antasida tidak bisa digunakan sebagai pencegah penyakit maag karena obat maag antasida mengandung alkali yang berfungsi hanya untuk menetralkan asam lambung sehingga keluhan sakit maag pada sang penderita akan berkurang,
Teman, ada beberapa akibat jika kita mengonsumsi obat maag antasida dalam jangka waktu yang lama dan berkepanjangan, yaitu:

1. Gangguan pencernaan

Bila terlalu sering mengonsumsi obat maag antasida, misalnya setelah sahur dan sebelum tidur malam, dapat menyebabkan tubuh mengalami overdosis. Padahal obat maag antasida banyak mengandung aluminium, kalsium dan magnesium yang dapat mengganggu saluran pencernaan dalam tubuh dan akan menyebabkan konstipasi (sembelit).

2. Kerusakan pada ginjal

Mengonsumsi obat maag antasida yang berkepanjangan dan tidak sesuai dengan aturan pakai akan menyebabkan kerusakan pada ginjal karena obat maag antasida yang beredar di masyarakat luas mengandung aluminium yang melebihi batas konsumsi untuk tubuh kita.

Teman, sebenarnya puasa di bulan ramadhan itu sendiri akan membuat penderita penyakit maag menjadi lebih baikan bahkan sembuh. Walaupun pada awal-awal menjalani ibadah puasa akan sedikit terganggu karena dalam tahap penyesuaian. Mengapa demikian?

      1. Pola makan

Teman, selama kita menjalankan ibadah puasa, otomatis pola makan sehari-hari menjadi teratur, dan biasanya bagi penderita maag yang merupakan seorang perokok, merekapun mengurangi kegiatan merokok di bulan ramadhan. Makanan berminyak atau minuman bersoda juga akan lebih sedikit masuk ke dalam tubuh sehingga keluhan tadi akan berkurang atau hilang sehingga malah menyembuhkan sakit maag. Dengan berpuasa juga akan mengurangi tingkat stres sang penderita maag karena pada umumnya orang akan lebih sabar karena sedang menjalankan puasa. Dengan stres yang berkurang akan berdampak pada tidak adanya pemicu untuk terjadinya sakit maag.

      2, Konsep berpuasa di bulan ramadhan

Teman, banyak hikmah dalam menjalankan ibadah puasa di bulan ramdhan. Ada segudang ilmu yang ditorehkan dari bulan ramadhan. Dan, salah satunya adalah kita diajarkan untuk dapat menahan diri dan mengontrol diri dalam kegiatan sehari-hari kita. Contohnya seperti tidak melakukan balas dendam saat terbuka puasa ataupun sahur karena disinilah Allah swt menguji para umat dalam ibadah berpuasa di bulan ramadhan yang sebenarnya. Dimana para umatnya di tidak ada larangan untuk makan dan minum namun. Dan, bagi umatnya yang tidak dapat menahan diri dan mengontrol diri mereka dalam berbuka puasa dan sahur maka, dengan cepat penyakitpun datang. Allah Maha Melihat Maha Mengetahui.

      3. Power of Niat

Teman, sebelum kita mengawali ibadah puasa pasti kita telah membaca niat berpuasa, bukan? Salah satu peneliti Kesehatan Nasional mengatakan bahwa niat yang kuat dari seseorang yang mengidap penyakit maag membuat kerja organ dalam sang penderita akan lebih peka. Niat berpuasa telah terucap di mulut, otomatis otak telah tersetting dengan sendirinya. Sehingga, otak yang dimana mengatur seluruh kinerja tubuh kita akan mengatur proses pengeluaran asam lambung dalam tubuh menjadi terkendali yang membuat sang penderita maag akan merasa nyaman dalam menjalankan ibadah puasa.

Teman, sebagai tambahan ada langkah-langkah penting yang wajib bagi penderita maag untuk diaplikasikan dalam mengonsumsi makanan dan minuman saat berbuka puasa maupun sahur:

- Setiap penderita maag harus mengontrol diri dan kesadaran diri sendiri untuk mengatur pola makan.

- Hindari makanan dan minuman yang banyak mengandung gas dan banyak serat seperti sayuran tertentu (sawi, kol), buah-buahan tertentu (kedondong, nangka, pisang ambon), dan minuman yang mengandung gas (minuman bersoda).

- Hindari makanan yang merangsang pengeluaran zat asam lambung seperti kopi, sari buah sitrus, dan susu.

- Hindari makanan yang sulit dicerna yang dapat memperlambat pengosongan lambung, karena dapat menyebabkan peregangan di lambung yang akhirnya dapat meningkatkan asam lambung antara lain makanan berlemak, kue tart, cokelat, dan keju.

- Hindari makanan yang secara langsung dapat merusak dinding lambung yaitu makanan yang mengandung cuka, pedas, merica, dan bumbu yang merangsang.

- Hindari makanan yang melemahkan klep kerongkongan bawah sehingga menyebabkan cairan lambung dapat naik ke kerongkongan atara lain cokelat, makanan tinggi lemak, dan gorengan.

- Beberapa sumber karbohidrat yang harus dihindari oleh penderita maag antara lain beras ketan, mi, bihun, jagung, singkong, dan tales.

- Kegiatan yang meningkatkan gas di lambung juga harus dihindari yaitu merokok dan mengunyah permen karet.

Teman, ayo untuk lebih teliti dalam membeli produk yang kita gunakan. Apalagi yang berhubungan dengan kesehatan tubuh kita. Jika ada cara yang lebih aman, mengapa harus memilih yang tidak aman?

Teman, hikmah dari puasa di bulan Ramadhan adalah “berpuasalah agar kamu sehat”. Jadi jelas dengan mengenali penyakit yang kita derita dan mengetahui bagaimana menyiasati penyakit tersebut saat berpuasa, insyaAllah Allah akan memberi kemudahan bagi kita untuk dapat menjalani puasa penuh selama bulan Ramadhan. Karena, Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang.


Referensi:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

 
Blogger Templates