Teman, taukah kalian saat ini bumi kita ini semakin hari semakin luar biasa panasnya? Dan, cuaca yang sering sekali mengalami kegalauan layaknya telah putus cinta, terkadang cuaca panas terkadang cuaca hujan, sangat tidak menentu. Tidakkah kalian merasakan kedua hal tersebut?
Teman, sebenarnya apa yang sedang di alami
oleh bumi kita ini?
Sadarlah teman, sekarang bumi kita ini sedang
mengalami pemanasan global (global
warming). Sebelum saya memaparkan apa itu pemanasan global (global warming), saya akan memberikan
sebuah ilustrasi agar kalian lebih dekat dengan pengertian pemanasan global.
Teman, mungkin kalian pernah berada di dalam
mobil yang tertutup rapat pada siang hari. Sinar matahari dengan leluasa dapat
memasuk ke dalam ruangan mobil melalui kaca mobil, sehingga menyebebkan udara
di dalam mobil menjadi lebih panas. Udara di dalam mobil menghangat, karena
panas sinar matahari yang masuk tidak dapat leluasa keluar.shingga panas
tersebut terperangkap di dalam mobil.
Ilustrasi di atas sama halnya dengan
pemanasan global. Matahari memancarkan radiasinya ke bumi menembus lapisan
atmosfer bumi. Radiasi tersebut akan dipantulkan kembali ke angkasa,
namun sebagian gelombang tersebut diserap oleh gas rumah kaca, yaitu CO2
(karbondioksida), CH4 (metana), N2O (dinitro oksida), dan
CFC (Cloro Flour Carbon) yang berada di atmosfer. Akibatnya
gelombang tersebut terperangkap di dalam atmosfer bumi. Peristiwa ini terjadi
berulang-ulang, sehingga menyebabkan suhu rata-rata di permukaan bumi
meningkat. Peristiwa inilah yang sering disebut dengan pemanasan global.
Teman,
tanpa kita sadari banyak sekali kebiasaan dalam kehidupan seharian kita membawa
dampak dari pemanasan global menjadi lebih besar. Dengan adanya global warming banyak sekali kerusakan yang dapat ditimbulkan,
bukan hanya satu namun bisa mencapai seluruh struktur yang berada di bumi itu
sendiri. Global warming bukanlah
persoalan bagi pemerintah saja namun menjadi persoalan bagi seluruh umat
penduduk bumi. Global warming menjadi tanggung jawab kita masing-masing, seluruh
lapisan masyarakat yang harus berperan aktif untuk mencegah atau memperlambat
proses global warming. Teman, saya
akan menyebutkan penyebab dari pemanasan global.
1.Rusaknya
hutan dimana-mana
Teman, seperti yang kita ketahui bahwa pohon
menyerap gas CO2 (karbondioksida) untuk proses fotosintesis pada
daun yang kemudian diubah menjadi gas O2 (oksigen) gas yang kita
hirup setiap harinya. CO2 merupakan salah satu dari gas rumah kaca yang
menyebabkan pemanasan global. Semakin sedikin pohon akibat rusaknya hutan
dimana-mana akan menyebabkan gas CO2 bisa dengan leluasa berkeliaran
dan akhirnya membuat bumi semakin panas. Kerusakan hutan disebabkan karena kebakaran hutan, perubahan tata guna lahan,
antara lain perubahan hutan menjadi perkebunan dengan tanaman tunggal secara
besar-besaran, misalnya perkebunan kelapa sawit, dan penebangan liar yang mengakibatkan hutan
gundul dan pohon-pohon tersebut dimanfaatkan sebagai bahan utama dalam industri
bahan bangunan, meubel, dan perabotan rumah tangga.
2 2. Sampah
Teman, sampah yang kita buang ternyata
menghasilkan gas CH4 (metana). Ini akan mempercepat proses pemanasan
global. Untuk saat ini saja, banyak kota metropolitan mengalami peningkatan
jumlah penduduk. Hal tersebut menyebabkan sampah yang dihasilkan dari penduduk
menjadi lebih banyak. Banyak penelitian mengemukan bahwa, sampah yang
dihasilkan penduduk di kota metropolitan melebih dari kata wajar hampir ribuan
ton per hari. Sampah di kota metropolitan memang menjadi potensi besar untuk
mempercapat proses pemanasan global.
3 3. Kendaraan
pribadi
Banyaknya pemakaian kendaraan pribadi seperti
motor, mobil, dan jenis kendaraan motor dan mobil lainnya akan menyebabkan
borosnya penggunaan bahan bakar. Kita semua tahu bahwa setiap kendaraan
berbahan bakar minyak akan mengeluarkan gas pembuangan berupa CO2,
gas yang bila dalam jumlah yang besar dapat menimbulkan efek gas rumah kaca
yang akhirnya membuat terjadinya global
warming semakin parah. Lihat saja di sekitar kalian, penggunaan kendaraan
bermotor saat ini sudah menjadi hal yang sudah umum dimana-mana, bahkan dalam satu rumah
dengan 5 anggota keluarga, ada yang masing-masing memiliki satu
kendaraan bermotor. Hal ini tentu saja menyumbangkan produksi CO2 yang sangat banyak.
4 4. Kegiatan
pertanian dan peternakan
Teman, banyak macam jenis pupuk yang
digunakan oleh para petani menghasilkan gas CH4 (metana) dan N2O
(dinitro oksida). Selain pupuk, pembusukan tanaman pertanian, pembakaran
tanaman pertanian, dan pembusukkan kotoran hewan ternak juga menghasilkan dua
jenis gas rumah kaca tersebut.
5 5.
Penggunaan
barang elektronik di rumah
Apakah di rumah kalian mengunakan kulkas dan
AC? Kulkas, Air Condition atau AC
atau pendingin ruangan adalah contoh barang elektronik rumah tangga yang menghasilkan
senyawa kimia yang merupakan gas rumah kaca yaitu gas CFC (Cloro Flour Carbon).
Karena pola gaya hidup kebanyakan penduduk yang hidup di kota metropolitan
membuat penggunaan barang elektronik meningkat seiring dengan bertambahnya
penduduk di kota metropolitan.
6 6. Kegiatan
pabrik dan Pembangkit Listrik
Banyaknya perusahaan
pabrik dan pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar fosil seperti minyak
bumi dan batubara yang memberikan sumbangan yang cukup besar dalam proses
pemanasan global. Seperti yang kita ketahui, alasan mengapa mereka menggunakan
bahan bakar tersebut adalah menghemat pengeluaran dan memanfaatkan sumber daya
alam. Namun, jika penggunaan bahan bakar fosil tersebut tidak terkendali,
selain akan menghabiskan kedua sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui
tersebut, juga akan menghasilkan ribuan asap yang menghasilkan gas CO2
atau karbondioksida yang merupakan gas rumah kaca.
Teman, sekali lagi saya sebutkan bahwa pemanasan global sangat mengerikan bagi bumi kita. Jangan izinkan pemanasan global menggila di bumi kita. Teman, kalau saja kita bisa mendengar suara generasi mendatang, kita akan mendengar seruan mereka agar kita segera bertindak menanggulangi pemanasan global. Anak dan cucu kalian yang sekarang belum lahir itu akan menanggung beban berat akibat kelalaian kita.
Teman, inilah akibat dari pemanasan global yang menggila di bumi kita:
1. Meningkatnya suhu di bumi
Teman, karena banyak gas rumah kaca yang
terperangkap di atmosfer membuat suhu bumi ini meningkat setiap harinya. Jadi
wajar, jika kalian merasakan panas yang begitu luar biasa pada siang hari.
Akibat dari mengingkatnya suhu di bumi membuat glester di enam benua mencair
seiring waktu. Tidak hanya itu, lautan es yang berada di kutub utara dan di
kutub selatan juga mencair dari waktu ke waktu.
2 2. Perubahan
pola iklim
Perubahan iklim mengakibatkan intesitas hujan
yang tinggi pada periode yang singkat serta musim kemarau yang panjang. Di
beberapa tempat terjadi peningkatan curah hujan, namun di tempat lainnya malah
mengalami curah hujan yang berpotensi menimbulkan kekeringan. Sebagaian besar
Daerah Aliran Sungai (DAS) akan terjadi perbedaan tingkat air pasang dan surut
yang makin tajam. Hal ini mengakibatkan meningkatnya terjadinya banjir dan
kekeringan. Hal ini akan menjadi parah jika daya tamping badan sungai atau
waduk tidak terpelihara akibat erosi.
3 3. Terjadinya
hujan asam
Banyaknya gas rumah kaca yang berkeliaran di
udara membuat hujan yang turun ke bumi ini mengandung belerang yang bersifat
asam. Hujan asam tersebut juga bersifat korosi, sehingga benda yang terkena air
hujan tersebut akan mudah rusak.
4 4. Terjadinya
macam-macam bencana
Teman, seiring maraknya pemanasan global
banyak bencana yang menghadang bumi ini silih berganti. Tsunami, yang merupakan
ombak besar yang datang
ke daratan adalah akibat volume air yang semakin bertambah akibat lapisan es
yang berada di kutub utara
dan kutub selatan serta glester yang berada di enam benua mencair. Dan, gelombang laut yang tinggi juga akan
berujung badai yang besar pula. Kemudian, bertambah volume air memudahkan
banjir leluasa terjadi dimana-mana. Dan, hal tersebut akan berujung bencana
tanah longsor. Lebih parahnya lagi, terjadinya peningkatan suhu di bumi karena
pemanasan global, membuat bumi kita ini sering terjadi bencana gunung meletus
yang berujung pada bencana gempa bumi.
5 5. Punahnya
spesies flora dan fauna
Karena meningkatnya suhu bumi membuat flora
dan fauna yang hidup di daratan rela beradaptasi untuk bertahan hidup. Bagi
flora dan fauna yang mampu melewati masa adaptasi, mereka masih akan berkembang
dengan pesat. Namun, bagi flora dan fauna yang tidak mampu melewati masa
adaptasinya, maka bersiap-siaplah mereka akan punah dari bumi ini. Hal ini kita
sebut dengan seleksi alam. Selain ancaman punahnya flora dan fauna yang berada
di darat, flora dan fauna yang berada di laut tidak kalah mengkhawatirkan
keadaannya. Meningkatnya suhu bumi, meningkat pula suhu laut yang mengakibatkan
rusaknya karang laut. Seperti yang kalian ketahui, bahwa karang laut merupakan gedung
apartemen bagi flora dan fauna laut. Artinya, banyak flora dan fauna laut yang
kehilangan gedung apartemen mereka sehingga populasi flora dan fauna berkurang
yang menuju kepunahan.
6 6. Nelayan
mengalami kerugian
Karena kehilangan gedung apartemen mereka,
membuat mereka lenyap dari laut tersebut. Namun, beberapa hewan laut tidak
lenyap akan kepunahan. Mereka bermigrasi ke tempat yang lebih dingin menuju ke
laut yang lebih dalam. Sehingga, banyak nelayan yang tidak dapat banyak ikan
saat mereka menangkap ikan. Hal ini membuat mereka harus berpikir ulang akan
pekerjaannya sebagai seorang nelayan.
7 7. Petani
mengalami kerugian
Pada umumnya, kegiatan pertanian sensitif
terhadap perubahan iklim karena hal tersebut hanya membuat keterlambatan musim
tanam atau panen, kegagalan penanaman, kegagalan panen, tanah longsor, dan
kekeringan. Dan, ini juga akan berpengaruh dengan ketahanan pangan nasional.
Membuat petani harus pikir ulang akan kerugian yang tanggung.
8 8. Mewabahnya
macam-macam penyakit
Meningkatnya akfititas pemanasan global,
membuat banyak orang yang terserang kanker kulit, dan kolera. Selain itu,
penyakit tropis seperti penyakit demam berdarah, malaria juga mewabah karena
meningkatnya suhu bumi membuat masa inkubasi nyamuk lebih singkat sehingga
nyamuk dapat berkembang dengan cepat dan dalam jumlah banyak. Selain itu,
meningkatnya suhu bumi membuat beberapa wilayah mengalami kekeringan sehingga
menwabahnya penyakit kulit karena kesulitan mencari air bersih. Dan, penyakit
ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas) juga meningkat karena terjadi kebakaran
hutan akibat suhu panas dari bumi. Lalu, seringnya banjir karena ulah pemanasan
global membuat penyakit diare dan penyakit leptospirosis
(kencing tikus) ikut meningkat.
Teman, dampak dari pemanasan global cukup
mengerikan, bukan?
Teman, kita harus mencari jalan keluar agar
pemanasan global tidak menjadi-jadi di bumi kita ini. Jangan tinggal diam, dan
bertindaklah. Bersama-sama mulai dari kita sampai pemerintah seluruh lapisan
masyarakat mencari cara menanggulangi pemanasan global yang terjadi di bumi
kita.
Teman, berikut cara untuk menangani pemanasan global:
1
1. Mencintai hutan dan pohon
1. Mencintai hutan dan pohon
Teman, seharusnya setiap negara memetakan
berapa banyak gas rumah kaca yang mereka timbulkan dan mereka tebarkan ke
atmosfer dan dengan cara yang sama menentukan berapa besar mereka harus
menghijaukan lingkungan melalui penghutanan kembali hutan yang gundul, pedesaan
dan pedalaman dengan menanam pepohonan di daerah itu, menghentikan penggundulan
hutan serta penebangan liar, guna menetralkan gas-gas berbahaya yang ditebarkan
ke udara. Sekali gas ini berada di atmosfer, dia akan tetap di sana dalam
jangka waktu yang sangat lama sehingga akan menahan panas atmosfer bagian bawah
dan memancarkan sebagian kembali ke bumi, sehingga bumi menjadi semakin panas.
Selain itu, agar tidak menambah kerusakan pada hutan gantilah segala macam
keperluan dari bahan kayu dengan bahan yang lainnya seperti aluminium, baja ringan,
dan lain sebagainya.
2 2. Memanfaatkan
sampah
Manusia disediakan akal oleh Yang Maha Kuasa,
untuk itu kita harus menggunakan akal kita untuk mengolah sampah. Sebenarnya,
sampah dapat gunakan dimanfaatkan sebagai kerajinan tangan yang bermanfaat
untuk kehidupan sehari dan memiliki nilai harga yang tinggi. Selain itu, sampah
dapat digunakan sebagai bahan dasar pupuk organik yang dapat digunakan bagi
para petani yang menggunakan pupuk yang dapat menghasil gas rumah kaca. Dan
masih banyak lagi cara memanfaatkan sampah. Asal kita dapat mengolah sampah
dengan baik, pasti sampah-sampah tersebut dapat dimanfaatkan bukan dibuang yang
akan menghasilkan gas metana (CH4).
3. Bijak dalam menggunakan kendaraan pribadi
Teman, selama kalian masih bisa menggunakan
kendaraan umum, sebaiknya gunakan kendaraan umum. Selain hemat biaya, kalian
sudah ikut membantu dalam menghemat energi bahan bakar minyak yang merupakan
sumbar daya alam yang tidak dapat diperbarui. Selain itu, kalian dapat
menggunakan sepeda atau menggunakan kendaraan yang ramah lingkungan, seperti
kendaraan dengan panel suryanya, dan kendaraan berbahan bakar listrik. Sehingga
kalian tidak perlu risau jika BBM mengalami kenaikan harga.
4. Gunakan peralatan rumah tangga dengan bijak
4. Gunakan peralatan rumah tangga dengan bijak
Penahkah kalian ke kantor PLN? Saya pernah
melihat sebuah poster dengan tulisan "Kunang-kunang aja kalau siang matiin
lampu. Masa kita mau kalah sama kunang-kunang?” Maksud dari kalimat pada poster
tersebut adalah matikan lampu disaat siang hari, meskipun sanggup untuk
membayar tagihan listriknya namun kepedulian akan lingkungan juga sangatlah
penting untuk mengurangi dampak pemanasan global. Lalu, akhir-akhir ini muncul lampu hemat energi terbarukan yang
pembuatannya berasal dari gabungan lampu LED (Light Emiting Diode). Lampu hemat
energi sejenis LED akan mampu menghemat energi bahkan lebih dari 60% sehingga
kebutuhan energi dalam negeri akan bisa tercukupi. Selain itu penggunaan energi
yang berlebihan juga akan menimbulkan terjadinya pemanasan global. Sekarang
kita bayangkan, di Indonesia masih banyak pembangkit listrik tenaga batubara.
Jika kita menggunakan energi secara boros tentu saja pembakaran batubara akan
semakin banyak, namun jika kita bisa berhemat maka pembakaran batubara bisa di
hemat pula. Hal ini akan menghambat proses pemanasan global saja.
5. Menanam tanaman di sekitar rumah
5. Menanam tanaman di sekitar rumah
Kalian memiliki rumah dengan pekarangan yang
tidak digunakan? Manfaatkanlah pekarangan rumah kalian tersebut untuk menanam
berbagai macam tanaman. Kalian tidak harus menanam pohon jati atau mahoni,
kalian dapat menanam tanaman hias atau tanaman lain yang memiliki daun hijau
serta memiliki potensi untuk bisa menghasilkan oksigen. Bayangkan jika tetangga
kalian meniru dan melakukan hal yang serupa maka kebutuhan akan oksigen akan
sedikit demi sedikit terpenuhi. Dan, dapat mengurangi salah satu gas rumah kaca
yaitu CO2 yang dibutuhkan tanaman khususnya daun untuk berfotosintesi.
6. Rumah dengan fentilasinya
6. Rumah dengan fentilasinya
Rumah merupakan kebutuhan pokok bagi setiap
manusia, dengan rumah kita bisa hidup dengan tenang dan damai. Saat membangun
rumah kalian harus memperhatikan fentilasi dan tata cahaya yang tepat. Jangan
sampai anda malam hari harus menyalakan AC karena alasan panas dan fentilasi
yang kurang. Saat siang hari pula desainlah rumah anda agar bisa terang tanpa
harus menghidupkan lampu dan desain pula agar sejuk tanpa harus menghidupkan
AC.
7. Menggalakkan cinta lingkungan
Seharusnya setiap Negara dan setiap
pemerintah bekerjasama untuk sama-sama mempromosikan kesadaran lingkungan
kepada masyarakatnya. Mengadakan penyuluhan kepada masyarakat mengenai
pemanasan global agar meraka sadar bahwa bumi semakin terancam dan menimbulkan
cinta untuk menjaga lingkungan sekitarnya. Dan, lewat kesadaran masing-masing
individu akan hal-hal kecil yang mereka lakukan untuk mengurangi dampak
pemanasan global sudah membantu bumi ini dari jeratan neraka.
Teman, saya harap melalui essai ini akan
membangunkan kesadaran kalian yang telah lama tidur untuk dapat menjaga bumi
kita ini dengan mencintai lingkungan. Sebenarnya, ada satu hal yang membuat
kalian tergugah untuk menjaga bumi ini. Teman, perhatikan baik-baik. Bumi ini
adalah cipta Allah swt, bagian dari alam semesta yang Allah swt cipta. Jika
kalian cinta kepada Allah swt, seharusnya kalian tidak melakukan tindakan yang
akan merusak bumi ini. Berarti kalian sama saja telah melanggar perintah-Nya
untuk menjaga alam semesta yang Allah cipta. Dan berarti sama saja kalian
melakukan sebuah dosa yang akan kalian pertanggungjawabkan di akhirat nanti.
Referensi:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar