Social Icons

Pages

Minggu, 22 Juni 2014

AYO TEMAN, JAGALAH LINGKUNGAN KITA



Temanku, sudahkan kalian menjaga lingkungan disekitar kalian dengan baik? Apakah kalian pernah melakukan tindakan buruk yang dapat melukai lingkungan? Pernakah kalian melakukan sesuatu tindakan agar lingkungan ini menjadi lebih baik?
 
Teman, perlu kita sadari kalau semakin bertambahnya hari semakin meningkatnya kerusakkan pada lingkungan kita. Teman, sebaiknya kita merenungkan diri kita karena perbuatan kitalah yang membuat lingkungan ini semakin hari makin rusak. Dimulai dari hal yang sepele seperti membuat sampah sembarangan. Membuang sampah-sampah di selokan yang akan mengalir ke sungai hingga ke lautan akan mematikan binatang-binatang yang hidup di sungai dan di lautan. Tak heran, jika Pesut Mahakam yang  merupakan salah satu binatang sungai kebanggaan warga Kalimantan Timur tidak tersiar lagi kabar baiknya.

Teman, sekarang kota kita menjadi kota metropolitan. Perekonomian dan investasi di kota tercinta kita ini semakin berkembang dan maju. Terbukiti, banyak gedung-gedung tinggi pencakar langit seperti apartemen, mall, hotel, bank, dan tempat hiburan. Dan sayanglah, gedung-gedung tersebut membabat puluhan bahkan ratusan lahan.

Teman, selain gedung-gedung tinggi pencakar langit menhujani kota kita, pemukiman mewah sudah membanjiri kota Tepian kita. Dengan menebang hutan yang dijadikan target proyek pemukiman mewah tersebut membuat kita kekurangan gudang paru-paru oksigen. Selain itu karena berkurangnya pepohonan karena pembabatan hutan dan lahan hijau membuat kota kita ini sering mengalami banjir dan tanah longsor jika hujan tiba. 

Teman, penebangan hutan dan lahan hijau bukan hanya merugikan dari sisi lingkungan yang telah saya sebutkan, tapi juga dari sisi budaya, ekonomi, dan kemanusiaan. Pada sisi budaya, penebangan menyebabkan masyarakat mulai sulit membedakan apakah salah merusak lingkungan atau tidak. Masyarakat mulai terbiasa melukai alam indah kita, semua itu karena hukum sudah lama tidak ditegakkan oleh para lembaga hukum atau dinas Kehutanan. Sementara di sisi ekonomisnya kegiatan ini dapat merugikan pendapatan Negara sampai 30 trilyun per tahun. Dan, dari sisi kemanusiaan, banyaknya spesies tumbuhan dan hewan mulai berkurang drastis setiap tahunnya, semua karena hilangnya habitat asli mereka.


Teman, hal-hal yang baru saya sebutkan merupakan penanda bahwa kita tidak peduli lagi dengan lingkungan kita. Tapi, pernahkan kalian sadari bahwa ketidakpedulian kita terhadap lingkungan membuat banyak mahkluk hidup yang meninggal. Cotohnya, sudah saya sebutkan yaitu Pesut Mahakam yang merupakan binatang sungai kebanggaan kita musnah karena ulah kita juga.

Teman, selain yang saya sebutkan, pencemaran udara merupakan perusak lingkungan yang dapat menyebabkan penyakit bagi masyarakat. Pencemaran udara sudah menjadi tontonan asyik kita sehari-hari di kota Tepian kita. Pencemaran ini disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor alam dan faktor manusia. Masalah lingkungan ini belum bisa diselesaikan secara tuntas, bahkan polusi makin bertambah setiap harinya, karena meningkatnya penggunaan kendaraan yang tidak ramah lingkungan, dan banyak industri, pabrik serta  layanan masyarakat seperti pembangkit listrik yang mengeluarkan asap sebagai hasil residu. Di beberapa titik kota sangat sulit untuk mencari udara segar, diperkirakan 70% pencemaran terjadi akibat kendaraan bermotor. Pencemaran udara akan menjadikan suhu bumi lebih panas dari biasanya. Jika udara sangat panas, seluruh es di antartika akan mencair dan menaikan tinggi laut sebanyak 60 meter. Air laut sebanyak itu dapat menenggelamkan bukan hanya Samarinda, tapi juga seluruh benua di bumi. Pencemaran udara bisa juga mempengaruhi kesehatan setiap manusia terutama masyarakat di kota kita. Adanya karbon monoksida juga bahan beracun dapat berakibat sangat fatal pada organ pernapasan. Selain itu, SO2 (sulfur dioksida) dapat menyebabkan hujan asam yang dapat menyebabkan korosi pada bangunan, kerusakkan hutan, dan hujan asam dapat membawa dampak buruk ke setiap mahluk hidup.

Teman, selain pencemaran udara ternyata faktor lainnya adalah pencemaran tanah. Pencemaran tanah adalah pencemaran akibat zat kimia yang masuk ke permukaan tanah dan merombak lingkungan tanah yang masih alami. Beberapa penyebabnya adalah penggunaan pestisida yang berlebihan. Jika sayuran yang kita konsumsi tumbuh di tanah telah tercemar, akan terjadi gangguan otak, saraf otot, ginjal bahkan bisa menyebabkan kematian jika mengkonsumsi pada jumlah yang berlebihan. Pencemaran ini dapat berakibat ke seluruh populasi dengan melalui kontak sentuhan pada tanah itu sendiri atau air dan udara yang juga dicemari.
Teman, Allah telah menciptakan kita sebagai mahluk ciptaan-Nya yang berakal. Dengan akal yang telah diciptakan oleh-Nya, seharusnya kita melakukan upaya-upaya agar lingkungan yang kita tempati ini tidak menjerit kesakitan lagi. Sebagai solusi sementara yang kiranya dapat kita lakukan untuk menyelamatkan lingkungan kita agar tetap terjaga yakni:

      1. Tidak membuang sampah sembarang
Menyadarkan diri sendiri, jika membuang sampah pada tempat. Namun teman, selain di selokan, sampah sering kali di buang di jalan raya membuat jalanan menjadi kotor dan menggangu pengguna jalan serta para pengendara motor dan mobil. Sekali lagi di ingatkan, bahwa membuang sampah pada tempatnya. Jika kalian berada dalam mobil kemudian bingung akan membuang dimana sampah. Maka, simpan terlebih dahulu di sebuah tempat misalkan saja kantong plastik. Kemudian, jika sampai di tempat tujuan dan menemukan tempat sampah, maka buanglah sampah yang telah kalian kumpulkan tidak beserta dengan kantong plastik. Sewaktu-waktu kalian akan menggunakan kantong plastik itu lagi.

2. Service kendaraan
Apakah kalian pernah melihat kendaraan yang mengebut di jalan raya? Apakah kendaraan tersebut mengeluarkan asap? Asap tersebut dapat mengggangu pengguna jalan raya lainnya. Selain itu, asap yang dikeluarkan merupakan racun selain bagi lingkungan, racun tersebut dapat mengganggu sistem pernapasan bagi pengguna jalan yang menghirup asap tersebut. Sehingga, men-Service kendaraan agar tidak mengeluarkan asap yang berlebih merupakan langkah kecil yang mempengaruh bagi lingkungan kita.

3. Mengadakan kegiatan penyuluhan, sosialisasi dan seminar mengenai lingkungan
Seluruh lapisan masyarakat harus dibekali mengenai lingkungan agar menumbuhkan rasa kepedualian dan kesadaran mereka akan lingkungan yang sehat. Kegiatan-kegiatan tersebut untuk memberitahu lebih luas penyebab kerusakkan lingkungan, akibat dari semakin rusaknya lingkungan dan bagaimana cara penanganan agar lingkungan kita dapat tersenyum kembali.

4    4. Inovasi dari Pemerintah
Sebaiknya pemerintah harus memberi sanksi kepada orang atau sekelompok orang yang telah melakukan tindakan merusak lingkungan kota kita dan memberi penghargaan kepada  orang atau sekelompok orang yang telah melakukan kebaikan pada lingkungan kota kita. Dengan begini, warga akan semangat untuk melakukan kebaikan dalam membantu pemerintah dalam menangani kerusakkan lingkungan kota kita.

5    5. Mengadakan kerja bakti
Setiap RT di wajibkan mengajak warganya untuk bekerja bakti. Sehingga lingkungan sekitar menjadi bersih dan asri. Kalau sudah begini, pasti kota Tepian menjadi hijau, bersih, dan sehat.

6    6. Mengolah sampah dengan kreatif
Kita juga bisa menyelamatkan lingkungan dengan cara yang menarik untuk seluruh kalangan yaitu bank sampah. Bank ini juga menghasilkan pendapatan yang lumayan besar. Kegiatan ini telah diselenggarakan di berbagai sekolah dan tempat–tempat di kota Samarinda. Bahkan saat ini sudah tercatat ada 1.195 bank sampah di seluruh di Indonesia dengan melibatkan 106.000 pekerja dan menyumbangkan penghasilan negara 15,7 miliar setiap bulan. Selain itu, daur ulang sampah juga langkah kreatif untuk mengolah sampah yang mencemari lingkungan. Sampah dapat diolah menjadi barang menarik dan dijual. Barang daur ulang berkualitas baik dapat diekspor dan penjual bisa meraup untung yang cukup banyak.

7    7. Menggalakkan 3R
Reuse, Reduce, dan Recycle sampai sekarang masih menjadi cara terbaik dalam mengelola dan menangani sampah dengan berbagai permasalahannya. Penerapan sistem 3R atau reuse, reduce, dan recycle menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah di samping mengolah sampah menjadi kompos atau meanfaatkan sampah menjadi sumber listrik (PLTS; Pembangkit Listrik Tenaga Sampah). Justru pengelolaan sampah dengan sistem 3R (Reuse Reduce Recycle) dapat dilaksanakan oleh setiap orang dalam kegiatan sehari-hari. 3R terdiri atas reuse, reduce, dan recycle. Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. Dan Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat.
Teman, sebenarnya ada sebuah solusi yang bersifat jangka panjang, dan untuk memahaminya silahkan simak pembahasan di bawah ini.

“Telah nampak kerusakkan di darat dan di laut di sebabkan karena tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” TQS Ar Rum : 41

Maka telah jelas bahwa segala kerusakkan yang terjadi di muka bumi ini karena perbuatan manusia yang buruk. Sementara yang membuat manusia melakukan kerusakkan di muka bumi ini karena manusia tersebut belum mengenali tujuan hidupnya dan siapa dirinya di muka bumi ini.

“Dan (ingatlah) tatkala Tuhan engkau berkata kepada Malaikat : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah. Berkata mereka : Apakah Engkau hendak menjadikan padanya orang yang merusak di dalam nya dan menumpahkan darah, padahal kami bertasbih dengan memuji Engkau dan memuliakan Engkau ? Dia berkata : Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” Qs. Al Baqoroh : 30

Di ayat lain pun juga di jelaskan tugas manusia di muka bumi

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Q.S. Az-Zariyat, 51: 56)

Ketika kesadaran dari ayat di atas telah di pahami dan di aplikasikan, maka InsyaAllah mereka akan sadar bahwa bumi ini adalah milik Allah SWT di mana tugas kita adalah sebagai hamba-Nya yang wajib taat kepada seluruh (kaaffah) perintah dan larangan-Nya termasuk menjaga bumi dengan sebaik-baiknya. Juga akan terlahir kesadaran bahwa sejatinya manusia di bumi ini tidak hidup sendiri melainkan berdampingan dengan makhluk lainnya, sehingga kita sebagai manusia tidak boleh saling mendzolimi baik sesama manusia maupun kepada hewan atau tumbuhan.

Pembangunan kesadaran akan hal ini pun haruslah dengan menjadikan aturan-aturan dari sang pencipta manusia, Allah SWT, di formalisasi di seluruh bidang kehidupan masyarakat. Karena apabila masyarakat itu memiliki pemikiran, perasaan, dan aturan yang sama (Islam) maka InsyaAllah akan tercipta suatu suasana keimanan yang melahirkan individu-individu yang bertakwa juga menjaga bumi dengan sebaik-baiknya. Dari sinilah akan lahir generasi-generasi penerus yang akan menjaga bumi dengan sebaik-baiknya.

Sehingga apabila hal ini telah terwujud, maka jika di lakukan sebuah pembangunan gedung atau perumahan yang menghabiskan berhektare-hektare lahan untuk hal kemashlahatan masyarakat InsyaAllah tidak akan menciptakan kerusakkan dan pemusnahan pohon-pohon hijau karena kesadaran telah terbangun.

Teman, namun pada faktanya saat ini kondisi masyarakat belumlah seperti uraian di atas, maka tugas kita sebagai muslim adalah bersama-sama berupaya untuk mewujudkan hal tersebut dengan melakukan penyampaian dan pembinaan intensif kepada masyarakat akan wajibnya dan pentingnya menjadikan aturan-aturan dari sang pencipta manusia, Allah SWT, untuk di formalisasi di seluruh (kaaffah) bidang kehidupan masyarakat sebagai solusi terhadap semua masalah-masalah kehidupan manusia termasuk masalah lingkungan hidup.

REFERENSI:
http://pandudharma.blogspot.com/2013/10/inginkah-kita-membuat-generasi-kita.html
http://pandudharma.blogspot.com/2013/10/keep-green-with-islam-kaaffah.html
http://pandudharma.blogspot.com/2013/10/kota-ku-yang-malang.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

 
Blogger Templates