Social Icons

Pages

Kamis, 17 Juli 2014

GEJOLAK INFLASI? KEMBALIKAN KEPADA KONSEP RAMADHAN


Karya: Iis Tarsiyah.

Teman, apakah kalian tidak heran harga bahan pokok makanan dan minuman di bulan ramadhan melambung tinggi hinggga banyak dari masyarakat tidak sangggup untuk membelinya? Harga bahan pokok makanan dan minuman di bulan suci seperti balon yang terlanjur terbang tinggi hingga sang pemiliknya pun tidak sanggup untuk menangkap kembali balon tersebut.

Teman, setiap bulan ramadhan sebagian besar penduduk Indonesia khususnya para umat muslim melaksanakan ibadah puasa selama sebulan. Sederhananya, berpuasa berarti menahan segala hawa nafsu yang termasuk di dalamnya nafsu makanan dan minuman. Artinya secara logika, permintaan bahan pokok makanan dan minuman menurun di bulan ramadhan dan hal itu tidak akan ada kenaikan harga pada bahan pokok makanan dan minuman di bulan ramadhan. Namun, mengapa ini malah sebaliknya?

Teman, perlu diketahui bahwa ada beberapa faktor yang membuat harga bahan pokok makanan dan minuman naik:

MAAG? SIAPA TAKUT?



Karya: Iis Tarsiyah.

Teman, apakah kalian memiliki penyakit maag? Apakah kalian tidak takut, penyakit maag kalian akan mengganggu ditengah ibadah puasa kalian selama bulan ramadhan? Lalu, tindakan apa yang kalian lakukan agar kalian dapat menjalankan ibadah puasa tanpa khawatir penyakit maag kalian akan kambuh?

Selama bulan ramadhan, seringkali kita melihat tayangan stasiun televisi menyajikan iklan promosi produk-produk yang dihubungkan dengan aktivitas puasa ramadhan yang kita jalani. Dan, para penonton televisipun akan mendapatkan efek sampingnya yaitu menjadi korban iklan yang dimana mereka akan membeli produk tersebut dengan alasan karena tertarik dengan produk tersebut atau mereka memang sangat membutuhkan produk tersebut. Namun, karena menjadi korban iklan merekapun akhirnya tidak memperhatikan cara pemakaian atau penggunaan produk tersebut. Dan, salah satunya adalah obat maag antasida.
 

Sample text

Sample Text

 
Blogger Templates