Social Icons

Pages

Minggu, 22 Juni 2014

INI ADALAH HAL SEDERHANA NAMUN…




seorang teman saya mengatakan:
”seiringnya waktu, banyak orang bahkan teman-temanku menyepelekan hal-hal kecil. Dan, salah satunya adalah membuang sampah. Sebenernya, kalau orang yang gag tau dampak sih pasti acuh aja, tapi kalau orang yang tau apa dampak dari hal kecil itu, mereka pasti peduli dengan hal kecil itu”

Dan, saya sebagai penulis juga ingin berkomentar:
“lingkungan dapat rusak sampai saat ini karena bermula dari hal-hal yang kecil. Namun…”

Saya melakukan pengamatan sederhana disekolah selama classmeeting berlangsung. Mengapa dilakukan di sekolah? Alasan saya adalah agar ibu saya tidak khawatir jika saya tidak berkeliaran di luar lingkungan sekolah dan asrama. Sehingga, saya berinisiatif untuk menulis sebuah esai untuk para pembaca, mengajak para pembaca agar tidak acuh dengan hal-hal kecil. Salah satunya adalah lingkungan. 

Inspirasi saya menulis esai ini, berawal dari dua buah slogan yang terpampang di koridor sekolah saya.

Selamat membaca. Semoga melalui esai ini, para pembaca dapat tergugah hatinya terhadap masalah lingkungan yang saat ini sedang menjerit kesakitan.

AYO TEMAN, JAGALAH LINGKUNGAN KITA



Temanku, sudahkan kalian menjaga lingkungan disekitar kalian dengan baik? Apakah kalian pernah melakukan tindakan buruk yang dapat melukai lingkungan? Pernakah kalian melakukan sesuatu tindakan agar lingkungan ini menjadi lebih baik?
 
Teman, perlu kita sadari kalau semakin bertambahnya hari semakin meningkatnya kerusakkan pada lingkungan kita. Teman, sebaiknya kita merenungkan diri kita karena perbuatan kitalah yang membuat lingkungan ini semakin hari makin rusak. Dimulai dari hal yang sepele seperti membuat sampah sembarangan. Membuang sampah-sampah di selokan yang akan mengalir ke sungai hingga ke lautan akan mematikan binatang-binatang yang hidup di sungai dan di lautan. Tak heran, jika Pesut Mahakam yang  merupakan salah satu binatang sungai kebanggaan warga Kalimantan Timur tidak tersiar lagi kabar baiknya.

Teman, sekarang kota kita menjadi kota metropolitan. Perekonomian dan investasi di kota tercinta kita ini semakin berkembang dan maju. Terbukiti, banyak gedung-gedung tinggi pencakar langit seperti apartemen, mall, hotel, bank, dan tempat hiburan. Dan sayanglah, gedung-gedung tersebut membabat puluhan bahkan ratusan lahan.

Teman, selain gedung-gedung tinggi pencakar langit menhujani kota kita, pemukiman mewah sudah membanjiri kota Tepian kita. Dengan menebang hutan yang dijadikan target proyek pemukiman mewah tersebut membuat kita kekurangan gudang paru-paru oksigen. Selain itu karena berkurangnya pepohonan karena pembabatan hutan dan lahan hijau membuat kota kita ini sering mengalami banjir dan tanah longsor jika hujan tiba. 

Teman, penebangan hutan dan lahan hijau bukan hanya merugikan dari sisi lingkungan yang telah saya sebutkan, tapi juga dari sisi budaya, ekonomi, dan kemanusiaan. Pada sisi budaya, penebangan menyebabkan masyarakat mulai sulit membedakan apakah salah merusak lingkungan atau tidak. Masyarakat mulai terbiasa melukai alam indah kita, semua itu karena hukum sudah lama tidak ditegakkan oleh para lembaga hukum atau dinas Kehutanan. Sementara di sisi ekonomisnya kegiatan ini dapat merugikan pendapatan Negara sampai 30 trilyun per tahun. Dan, dari sisi kemanusiaan, banyaknya spesies tumbuhan dan hewan mulai berkurang drastis setiap tahunnya, semua karena hilangnya habitat asli mereka.

 

Sample text

Sample Text

 
Blogger Templates