Banyak
rutinitas yang dilakukan oleh para penduduk di Samarinda. Belum lagi para
penduduk Samarinda selalu dilanda kemacetan akibat membengkaknya jumlah
penduduk warga Samarinda. Membuat para penduduk Samarinda membutuhkan tempat
bersantai untuk melepaskan kepenakan mereka dari rutinitas sehari-hari bersama
keluarga mereka.
Hanya
saja, pendapat saya, kota Samarinda hanya didekorasi oleh pusat perbelanjaan atau
department store yang kokoh berdiri dengan
megah di kota Tepian. Sayang seribu sayang. Jumlah pusat perbelanjaan di kota Samarinda
malah berbanding terbalik dengan jumlah tempat wisata alam untuk rekreasi para
keluarga. Yah, mungkin ini akibat alam Kota Tepian tercinta ini telah ditelan oleh
perusahaan pertambangan yang tidak bijak.
Dalam
perjalanan pulang IP (Izin Pesiar) saya dari asrama, saya menyebrangi
Jembatan Mahakam. Di saat itulah, mata saya tertaklukkan dengan kapal-kapal
yang berisikan gunungan-gunungan batu bara yang berlalu-lalang di atas air
Sungai Mahakam yang tercemar setiap menitnya oleh aliran residu dari
kapal-kapal tersebut yang dibuang ke sungai.
